• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 22 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    PPK Ditantang Nyatakan Gagal Lelang Jembatan Waiara
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 05 September 2016 | 19:10 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    PPK
    Ilustrasi

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET -Sikap Pokja III Unit Layanan Pengadaan memutuskan gagal Pelelangan Proyek Pembangunan Jembatan Soapoa mendapat apresiasi tinggi. Kini Pokja yang sama dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditantang menyatakan gagal Proyek Pembangunan Jembatan Waiara di Kecamatan Waigete.
           

    Direktur Utama PT Dirgahayu Kadim Gomel mengatakan proses pelelangan Proyek Pembangunan Jembatan Waiara tidak jauh berbeda dengan proses yang dialaminya pada Pelelangan Proyek Jembatan Soapoa. Karena itu buat dia, jika Soapoa sudah diputuskan gagal oleh Pokja, maka sejatinya Pelelangan Jembatan Waiara pun harus dinyatakan gagal.

    Beberapa rekanan di Kabupaten Sikka yang tidak mau identitasnya ditulis, juga berpendapat yang sama. Mereka beralasan pelelangan proyek ini sarat dengan pelanggaran terhadap Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

    Ludji, PPK paket proyek ini terkesan menghindar karena sulit dimintai tanggapannya. Pada Jumat (2/9) pukul 20.40 Wita Flobamora.net mengirimkan pesan singkat melalui telepon selular, namun tidak dibalas. Ketika dihubungi Sabtu (3/9) pukul 11.28 Wita dia beralasan tidak punya pulsa sehingga tidak bisa membalas pesan singkat.

    “Saya lagi di Bola nih Pak wartawan, kemarin tidak bisa balas karena tidak ada pulsa. Halo halo halo, ahh tidak bisa dengar suaranya,” alasan Ludji, sambil mengesankan jaringan sedang gangguan sehingga komunikasi tidak bisa berjalan normal.

    Pada Minggu (4/9) pukul 11.06 Wita kembali Flobamora.net mengirimkan pesan singkat untuk meminta tanggapannya terhadap Pelelangan Proyek Pembangunan Jembatan Waiara. PPK baru menjawab pesan singkat ini pada pukul 18.21 Wita dengan alasan ponselnya ketinggalan di mobil sejak Sabtu (3/9) malam.

    Ketika diminta waktunya untuk menanggapi proses Pelelangan Proyek Jembatan Waiara, Ludji malah mengarahkan Flobamora.net bertemu dengan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi Agustinus Boy Satrio.
    Kuasa Hukum PT Dirgahayu Meridian Dewanta Dado dalam surat pengaduannya kepada Bupati Sikka tertanggal 30 Agustus 2016 terkait Pelelangan Pembangunan Jembatan Soapoa, sempat juga menyinggung indikasi penyimpangan proses lelang Proyek Pembangunan Jembatan Waiara.

    “Perihal jangka waktu penyelesaian pekerjaan yang diminta pada Bab IV LDP dokumen lelang halaman 50 adalah selama 140 hari kalender untuk Pembangunan Jembatan Soapoa dan 150 jari kalender untuk Pembangunan Jembatan Waiara. Sehingga bila merujuk pada fakta-fakta yang ada maka peleksanaan pekerjaan sudah melewati tahun anggaran 2016 karena merupakan tahun tunggal dan bukan merupakan tahun jamak,” tulis Meridian Dewanta Dado.

    Sementara itu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi Agustinus Boy Satrio yang ditemui di DPRD Sikka, Senin (5/9), mengatakan Proyek Pembangunan Jembatan Waiara sepanjang ini berjalan normal, dan sampai dengan setelah selesai penetapan pemenang tidak ada rekanan yang mengajukan sanggahan. Karena itu, kata dia, poyek ini tetap dilanjutkan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.