Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Saling Cuci Tangan Soal Penebangan Pohon di Taman Kota


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 24 Januari 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Saling Cuci Tangan Soal Penebangan Pohon di Taman Kota
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 08 September 2016 | 13:38 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Saling
    Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Saling lempar dan cuci tangan soal penebangan pohon di Taman Kota Maumere kini mulai terlihat. Setelah Ketua DPRD Sikka menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah, kini berbalik Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menyerang lembaga legislatif. Dia mengatakan penebangan pohon itu dilakukan oleh pemerintah dan DPRD Sikka.
           

    “Kita telah sama-sama menyepakati untuk penghapusan aset tersebut termasuk pohon yang memang kena dalam penataan sesuai gambar. Karena itu yang potong pohon tersebut adalah pemerintah dan DPRD. Kalau demikian, apakah pantas DPRD menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah?” serang Bupati Yoseph Ansar Rera di paripurna DPRD Sikka, Rabu (7/9).
           

    Dia mengatakan penebangan pohon sudah melalui Keputusan DPRD Sikka tentang penghapusan bangunan taman kota yang diterbitkan pada Mei 2016.
    Namun ternyata DPRD Sikka berpandangan lain, bahwa tidak pernah ada keputusan DPRD tentang hal itu. Yang ada hanyalah rekomendasi Pimpinan DPRD atas permohonan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka terhadap permohonan persetujuan penghapusan bangunan taman kota sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD Sikka bersama Tim Anggaran Pemerintah dan Kepala BLH.

    Dalam rekomendasi tersebut, Pimpinan DPRD mengatakan permohonan persetujuan penghapusan bangunan taman kota dapat disetujui. Dan selanjutnya Kepala BLH dapat menghapus bangunan tersebut dari daftar Inventaris Barang Milik Daerah.

    Sementara itu Rafael Raga sendiri mengatakan bahwa DPRD Sikka pernah mengeluarkan rekomenasi agar tidak dilakukan penebangan terhadap pohon-pohon di taman Kota. Rekomendasi tentang ini, kata dia, disampaikan saat menyertai Perda APBD TA 2016.


    Selain cuci tangan soal pemahaman tentang rekomendasi penghapusan bangunan Taman Kota, sikap kontroversial juga tampak mengenai pemaparan di Taman Kota dan kehadiran anggota DPRD Sikka.

     

    Menurut Bupati Ansar Rera, konsep perencanaan sudah melalui pemaparan yang berlangsung di Hotel Sylvia Maumere. Pada saat pemaparan itu beberapa anggota DPRD Sikka hadir, seperti Ketua DPRD Rafael Raga, Ketua Fraksi Partai Demokrat Agustinus Romualdus Heni, Ketua Komisi III Markus Melo, dan beberapa anggota anggota lainnya.
           

    Masalah kehadiran anggota DPRD Sikka seperti yang disampaikan Bupati Ansar Rera ternyata melahirkan perdebatan yang seru. Pasalnya begitu banyak anggota DPRD Sikka yang mengaku tidak pernah diberitahu dan diundang untuk mengikuti pemaparan perencanaan pembangunan Taman Kota Maumere.
           
    Rafael Raga yang oleh Bupati Yoseph Ansar Rera disebut hadir saat pemaparan, buru-buru langsung memberikan klarifikasi. Dia mengatakan siang itu dia ditelepon Kabid Kimtar Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi Frans Laka. Alasannya undangan baru diantar pada pagi hari. Tetapi selama di pertemuan tersebut, dia mengakui tidak pernah dibahas tentang Taman Kota.
           

    Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan mengatakan anggota fraksinya tidak pernah diundang untuk mengikuti pemaparan Taman Kota Maumere sebagimana yang disampaikan Bupati Yoseph Ansar Rera. “Apakah pemerintah berpikiran bahwa Fraksi PDI Perjuangan ini bukan anggota DPRD Sikka,” tanya Stefanus Sumandi.

    Persoalan yang sama muncul juga dari Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi PAN. Fabianus Toa dari Fraksi Partai Gerindra dan Philips Fransiskus dari Frans PAN pun mengeluh hal yang sama, bahwa mereka tidak pernah diundang untuk mengikuti pemaparan yang dimaksudkan Bupati Yoseph Ansar Rera.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.