• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 23 April 2021

     
    Home   »  Olahraga
     
    Gubernur Minta Atlet PON Bertanding Lepas dan Tanpa Beban
    ALBERTUS VINCENT REHI | Rabu, 14 September 2016 | 13:00 WIB            #OLAHRAGA

    Gubernur
    Atlet PON NTT yang akan berlaga di Jawa Barat

     

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta para atlet yang akan berlaga di PON XIX  untuk bertanding lepas, tanpa beban.

     

    Pernyataan tersebut disampaikan Lebu Raya dalam sambutannya saat acara Pengukuhan dan Pelepasan 76 Atlet NTT Menuju NTT Emas pada PON XIX di Jawa Barat, Selasa (13/9).

     

    “Harapan masyarakat NTT ada di pundak kalian. Target tentu ada, tapi capaian berapapun kita hargai. Berjuanglah semaksimal mungkin untuk kehormatan diri, kehormatan olahraga dan daerah. Berjuanglah dengan optimal dan terutama dengan kelegaaan serta kelonggaran hati,” kata Lebu Raya.

     

    Ke-76 atlet tersebut berpartisipasi dalam dua belas cabang olahraga dan 53 Nomor atau Kelas, yakni Kempo (24 atlet), Karate (4 atlet), Cricket (14 atlet), Pencak Silat (2 atlet), Binaraga (1 atlet), Tarung Drajat (3 atlet), Sepak Takraw (5 atlet), Takwendo (5 atlet), Tenis Meja (1 atlet), Berkuda (3 atlet), Atletik (5 atlet) dan Tinju (9 atlet). Ditambah atlet  dari dua cabang olah raga eksibisi yakni Gate Ball (25 atlet) dan Yongmoodo.

     

    Ia menegaskan Pemerintah Provinsi memang telah memutuskan untuk memberikan bonus rumah serta penghargaan berupa uang kepada masing-masing peraih medali emas, perak dan perunggu dari cabang olahraga perseorangan maupun beregu.Untuk peraih emas akan diberi pengharggaan uang sebesar Rp.100 juta, perak sebesar Rp.75 juta dan perunggu sebesar Rp.50 juta.

     

    “Ada harapan kepada kalian untuk mempersembahkan medali, tapi tidak boleh merasa tertekan dengan itu. Karenanya, jika kalian mempersembahkan mendali, itulah hasil terbaik yang kamu berikan,” tegas Ketua Umum KONI NTT  tersebut.

     

    Terkait dengan Anggaran untuk kegiatan PON tersebut, Gubernur menyatakan Pemerintah Provinsi telah menganggarkan dana dari APBD sebesar Rp.9 miliar untuk kelancaran kegiatan mulai dari tahapan seleksi atlet sampai dengan pelaksanaan kegiatan PON tersebut.

     

    Namun dana itu tidak mencukupi. Karena itu, melalui beberapa event, KONI berusaha menghimpun dana tambahan dari berbagai pihak baik itu swasta, BUMN, BUMD maupun masyarakat yang punya kepedulian olahraga di NTT.

     

    “Kita berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan sumbangan dan perhatian terhadap prestasi olahraga NTT di arena PON Jawa Barat. Cara berterima kasih kepada para penyumbang adalah dengan tampil sebaik-baiknya dan berusaha mendapatkan medali,” pintanya.

     

    Ia menambahkan bahwa para pelatih juga akan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi.

     

    Secara khusus, ia meminta para atlet agar mempersiapkan diri secara baik sebelum bertanding. “Jaga kesehatan dan pola makan. Istirahat yang cukup, tidak boleh begadang. Siapkan diri, konsentrasi untuk bertanding. Jaga kekompakan dan sportivitas,” uacapnya.

     

    Kata dia, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Paguyuban Flobamora Bandung untuk memberikan dukungan kepada para atlet NTT yang bertanding.

     

    Ketua Harian KONI NTT sekaligus Chef de Mission Kontingen PON NTT, Andre W. Koreh dalam laporannya mengatakan Persiapan Pelatihan Daerah (Pelatda) sudah dimulai sejak 15 Januari 2016. Pelatda dibagi dalam dua tahap yakni Desentralisasi dari tanggal 15 Januari sampai dengan 16 Mei 2016 dan Sentralisasi dari tanggal 17 Mei sampai dengan 14 September 2016.

     

    “Hanya sebelas cabang olahraga yang dibiayai oleh KONI Provinsi. Sementara cabang olahraga berkuda dan olahraga eksibisi tidak dibiayai oleh KONI. Kontingen NTT akan berangkat ke Jawa Barat pada tanggal 15 September 2016 dan akan kembali pada tanggal 30 September 2016,” tutur Andre.

     

    Para atlet  yang akan berlaga di PON didampingi 45 orang pelatih, ofisial dan manajer. “Target yang diharapkan sama dengan PON sebelumnya yakni tiga emas, sembilan perak dan lima perunggu,” tuturnya.

     

    PON XIX akan berlangsung dari tanggal 17 sampai dengan 29 September di Jawa Barat. Mempertandingkan 44 cabang olahraga serta 756 Nomor atau Kelas.***


     


    Sumber: Humas Pemprov NTT




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.