• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    DPRD Sikka Fokus Bahas Taman Kota Melalui Pansus
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 18 September 2016 | 17:49 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    DPRD
    Wakil Ketua Fraksi PKP Indonesia Yoseph Karmianto Eri

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Rencana Badan Anggaran DPRD Sikka membahas Proyek Pembanguan Taman Kota Maumere dengan Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi (PUPE), dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) akhirnya diundur. DPRD Sikka memilih lebih fokus membahas soal ini melalui mekanisme Pansus.
           

    Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Stef Sumandi dan Wakil Ketua Fraksi PKP Indonesia Yoseph Karmianto Eri menyampaikan hal ini secara terpisah, Sabtu (17/9) di Maumere.
           

    “DPRD sudah rencanakan bentuk Pansus Taman Kota. Jadi soal ini tidak lagi dibahas di badan anggaran. Nanti didalami langsung di Pansus,” jawab Yoseph Karmianto Eri.
           

    Sebelumnya, Banggar DPRD Sikka berencana membahas Proyek Pembangunan Taman Kota Maumere bersama-sama dengan tiga instansi yang dianggap paling berwenang atas kebijakan pembangunan ini. Awalnya direncakanan pada Selasa (13/9), namun diundur karena saat itu Pelaksana Tugas Dinas PUPE Agustinus Boy Satrio sedang bertugas dinas ke luar daerah.
           

    Kemudian Banggar DPRD Sikka bersepakat menunda pemabahasan pada Jumat (16/9). Namun akhirnya sampai hari itu tidak dibahas juga. Ketua DPRD Sikka Rafael Raga yang dihubungi di sela-sela pembahasan anggaran menjawab diplomatis bahwa belum dibahas hari itu.

    Sebagaimana diketahui, Proyek Pembangunan Taman Kota Maumere senilai Rp 2,564 miliar dikerjakan oleh PT Gading Landscape Maumere dengan Direktris Paulina Yeni Kabupung. Proyek ini berujung persoalan karena membabat habis semua pohon yang berada di dalam Taman Kota Maumere. Pohon-pohon tersebut sudah berusia puluhan tahun, dan selama ini tempat tersebut dijadikan sebagai ruang terbuka hijau dan paru-paru kota.

    Pembangunan ini makin menuai protes karena ternyata tidak ada dukungan amdal, UPL, dan UKL. Sosialisasi atas kegiatan pembangunan ini baru dilakukan setelah pohon-pohon ditebang, itu pun karena mendapat protes dari masyarakat Kelurahan Kota Baru.

    Persoalannya makin meluas karena sampai dengan awal pelaksanaannya tidak pernah dipaparkan design kepada DPRD Sikka. Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menjelaskan bahwa konsep perencanaan telah melalui pemaparan di Hotel Sylvia Maumere yang dihadiri tokoh masyarakat, budayawan dan anggota DPRD Sikka.

    “Semua anggota DPRD Sikka diundang untuk hadir, namun yang hadir yang saya ingat Pak Ketua, Pak Heny Doing, Pak Markus Melo, dan beberapa lagi, dan dengan berbagai saran, lalu disepakati desain seperti sekarang ini,” papar Bupati Yosep Ansar Rera.

    Penjelasan Bupati Yoseph Ansar Rera makin menuai polemik. Pasalnya, anggota DPRD Sikka mengaku tidak pernah diundang saat pemaparan. Ketua DPRD Sikka Rafael Raga mengatakan pernah hadir atas undangan melalui telepon dari Kabid Kimtar Dinas PUPE Frans Laka, tapi untuk urusan Pembangunan Kantor Bupati Sikka, bukan untuk pemaparan design perencanaan Pembangunan Taman Kota. Demikian pun Agustinus Romualdus Heni dan Markus Melo mengaku tidak pernah hadir pada kegiatan pemaparan design tersebut.

    Ketua Fraksi Partai Nasdem Siflan Angi mengungkap hasil investigasi fraksi, ditemui bahwa rekanan tidak profesional karena belum punya pengalaman. Karenanya dia mengaku heran, rekanan yang tidak profesional tapi langsung kerja proyek dengan angka Rp 2,5 miliar lebih.

    “Yang kerja Pembangunan Taman Kota itu anggota Partai Nasdem, baru masuk, tapi belum dilantik. Kalau masuk partai hanya untuk kerja proyek, yah kalau saya sih proses pecat saja. Itu hanya bikin rusak nama partai,” tegas Siflan Angi dalam rapat dengar pendapat antara DPRD Sikka dengan Kelompok Masyarakat Pencinta Ekologi, Selasa (13/9).
             

    Hasil investigasi lain, kata dia, juga mengungkapkan adanya dugaan konspirasi yang dilakukan oleh beberapa pihak. Bahkan, katanya, dalam proses lelang, disebut-sebut ada pihak yang dengan sengaja menjual nama Bupati Sikka, termasuk mengadu domba DPRD Sikka dan Pemerintah Kabupaten Sikka.
           

    Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sikka Donatus David mengatakan DPRD Sikka secara kelembagaan sudah bersepakat untuk menggelar Pansus. Kesepakatan untuk Pansus dihasilkan melalui mekanisme Rapat Pimpinan DPRD bersama Pimpinan Fraksi dan Pimpinan Komisi beberapa hari lalu.
           

    “DPRD sudah sepakat gelar Pansus Taman Kota. Siapa-siapa yang duduk dalam Pansus nanti akan dibicarakan. Kemungkinan setelah selesai pembahasan PPAS, personil Pansus diumumkan dan mulai bekerja,” terang Donatus David.***

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.