• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Meridian Dado Desak Bupati Sikka Beri Sanksi Pejabat Lelang Jembatan Soapoa
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 19 September 2016 | 22:40 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Meridian
    Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI NTT) Meridian Dewanta Dado

     

    MAUMERE,FLOBANORA.NET – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI NTT) Meridian Dewanta Dado mendesak Bupati Sikka segera menggantikan dan memberi sanksi Pejabat Lelang Proyek Pembangunan Jembatan Soapoa di Desa Bhera Kecamatan Mego. Pejabat Lelang yang dia maksudkan yakni Kelompok Kerja (Pokja) III Unit Layanan Pengadaan (ULP).
           

    Desakan ini disampaikan Meridian Dado melalui surat elektronik yang ditujukan kepada Flobamora.net, Minggu (18/9). Dia beralasan proyek tersebut telah dinyatakan gagal pelelangan karena Pokja III ULP nyata-nyata terbukti  melaksanakan proses pelelangan secara menyimpang dari ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahan dan aturan turunannya serta yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan.

    Adapun penyimpangan-penyimpangan tersebut berupa pemberlakuan masa sanggah bagi para rekanan guna mengajukan sanggahan yang hanya 2 hari kerja saja. Padahal Perpres 54/2010 mengatur jangka waktu masa sanggah selama 5 hari kerja. Kesengajaan yang dilakukan Pokja III ULP ini disinyalir justeru merupakan siasat untuk mencegah atau membatasi para rekanan yang tidak menang tender agar tidak punya waktu yang cukup guna memprotes proses pelelangan Proyek Pekerjaan Pembangunan Jembatan Soapoa. Kesengajaan ini, katanya, mengandung kecurangan, pelanggaran hukum, KKN dan persaingan usaha yang tidak sehat.

    Penyimpangan lain yang terindikasi dilakukan Pokja III ULP adalah menyangkut penerapan kriteria, persyaratan atau prosedur pengadaan yang diskriminatif dan/atau dengan pertimbangan yang tidak objektif terhadap para rekanan berupa spesifikasi tehnis barang yang ditawarkan harus dilengkapi dengan sertifikat pengujian dan perhitungan struktur yang disahkan Kementerian Pekerjaan Umum.


    “Penerapan spesifikasi tehnis yang terlalu tinggi itu justeru diakui Pokja III ULP bahwa persyaratan itu merupakan keharusan dan tidaklah mengada-ada. Terhadap pengakuan Pokja III ULP maka kami secara tersendiri akan membuat laporan pidana guna mengungkap indikasi-indikasi manipulasi, penipuan dan pemalsuan soal keberadaan sertifikat pengujian dan perhitungan struktur yang disahkan Kementerian Pekerjaan Umum itu,” ungkap dia.


    Di sisi lain, tambahnya, walaupun Pokja III ULP terbukti telah melakukan penyimpangan terhadap Perpres 54/2010, namun nama-nama orang yang tertera dalam Pokja III ULP tetap tidak diganti dan tidak diberikan sanksi tegas. Bahkan orang-orang itu malahan tetap mengisi posisi itu dalam proses lelang ulang Proyek Pekerjaan Pembangunan Jembatan Soapoa.


    Padahal, kata dia, apabila pelelangan sebelumnya telah dinyatakan gagal karena terbukti adanya penyimpangan atau pelanggaran prosedur dan ketentuan maka menurut hukum sebelum dilakukan lelang ulang harus dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota ULP yang terlibat dalam penyimpangan dimaksud, serta harus ada sanksi sesuai aturan perundang-undangan.

    Dengan tetap dipertahankannya tim Pokja III ULP dan juga pejabat ULP lainnya dalam proses lelang ulang Proyek Pekerjaan Pembangunan Jembatan Soapoa maka seluruh masyarakat Kabupaten Sikka patut mencurigai bahwa lelang ulang proyek tersebut bisa jadi hanya proforma belaka atau basa-basi semata.

     

    Alasannya, dari awal diduga sudah ada skenario besar untuk tetap memenangkan rekanan tertentu dikarenakan rekanan tertentu mungkin saja sudah mengeluarkan banyak uang untuk membayar, termasuk mungkin sudah terlanjur membeli alat alat dan bahan-bahan untuk Proyek Pekerjaan Pembangunan Jembatan Soapoa.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.