• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 17 Januari 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bermaksud Minta Sumbangan, Oknum TNI-AD Cederai Warga
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 29 September 2016 | 10:50 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bermaksud
    Dandim Sikka Abdullah Jamali memohon maaf kepada korban atas perilaku oknum anggota TNI AD yang mencederai korban dan cucunya, Rabu (28/9)

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Nasib sial dialami Ki Tjung, warga etnis Tionghoa yang tinggal di Kewapante. Dia dan seorang cucu laki-lakinya yang berusia dua tahun harus mengalami cedera di kepala gara-gara perlakuan seorang oknum anggota TNI AD berinitial JS yang bermaksud minta sumbangan. Persoalan ini sudah berujung damai setelah Dandim 1603 Sikka Abdullah Jamai datang memita maaf kepada korban.
           

    Peristiwa ini terjadi pada Rabu (28/9) sekitar pukul 10.00 Wita di Toko Surya Mas milik korban. Saat itu pelaku datang ke Toko Surya Mas bersama dua orang temannya, satunya anggota TNI AL dan satunya lagi anggota TNI AU. Pelaku mengenakan pakaian preman, sedang dua temannya berpakaian dinas lengkap.
           

    Kepada sejumlah wartawan, Ki Tjung menuturkan kronologis persitiwa ini. Pelaku mendekati Ki Tjung dan mengaku sebagai anggota TNI AL. Kemudian menyampaikan maksud kedatangan yakni untuk meminta sumbangan. Dua teman pelaku berdiri saja di depan pintu masuk toko tersebut. Karena sibuk melayani warga yang berbelanja, Ki Tjung meminta pelaku bersabar.

    Usai melayani pembeli, Ki Tjung kembali ke tempat kasir. Di dekat tempat kasir itu, cucu laki-laki pelaku sedang bermain-main. Ki Tjung lalu meminta pelaku memberikan proposal bantuan agar dia bisa mengetahui maksud dari permintan sumbangan.

    Rupanya permintaan proposal ini membuat pelaku tersinggung. Dia pun marah, dan tanpa alasan yang jelas, pelaku langsung mendorong salah satu etalase kaca yang ditempatkan dekat kasir. Etalase seberat kurang lebih 15 kilogram itu pun jatuh, dan sempat mengenai jidat Ki Tjung hingga terobek. Etalase ini juga menimpa kepala cucu Ki Tjung, yang mengakibatkan luka robek. Anak dari Mayos Lomi ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan dua jahitan pada bagian luka robek.

    Karena mendapat perlakuan yang tidak etis, apalagi sampai kepala cucunya mengalami luka robek, Ki Tjung pun langsung emosional dan sempat marah kepada pelaku. Reaksi Ki Tjung ini membuat masyarakat ramai berdatangan dan nyaris menganiaya pelaku. Untung saja pelaku sempat diselamatkan dua rekannya, dan langsung melarikan diri.

    Kesal dengan perbuatan pelaku yang mengaku sebagai oknum TNI AL, seorang anak Ki Tjung langsung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kewapante. Aparat kepolisian di Polsek Kewapante menganjurkan agar korban melaporkan persitiwa ini kepada Pomal.

    Setelah diusut, ternyata pelaku sebenarnya bukan anggota TNI AL, tapi adalah anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 1603 Sikka. Dandim 1603 Sikka Abdullah Jamali  langsung turun ke lokasi kejadian dan menemui korban di rumahnya. Tidak lama kemudian si pelaku pun menyusul datang menemui korban.

    Seperti disaksikan Flobamora.net di rumah korban, Abdullah Jamali mendengarkan kronologis kejadian yang disampaikan oleh Ki Tjung. Beberapa perwira dari Kodim Sikka pun hadir, termasuk di antaranya Danpomal Maumere Seto. Hadir juga sejumlah pengurus Keluarga Tionghoa Maumere (KTM).

    Abdullah Jamali sempat menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Di depan korban dan pelaku, ia berjanji akan menghukum pelaku,dan  memerintahkan salah satu perwiranya untuk segera memroses hukum pelaku dengan cara memasdukkan ke dalam tahanan Kodim Sikka.


    “Prosesnya sudah selesai, sudah damai. Atas nama pribadi dan sebagai pimpinan TNI AD di sini saya sudah meminta maaf, dan korban juga sudah memaafkan. Saya akan berikan tindakan hukum kepada anggota yang bersalah,” terang Abdullah Jamali kepada wartawan.

    Ditanya tentang sumbangan yang diminta oleh pelaku dan dua kawannya apakah terkaiit dengan menjelang peringatan HUT TNI ke-71 yang atuh pada setiap 5 Oktober 2016, Abdullah Jamali tidak mau memberikan komentar.

    Sementara itu Ki Tjung mengatakan sebagai manusia ia juga berkewajiban memberikan maaf kepada pelaku yang telah mencederai dia dan cucunya. Meski demikian, katanya, dia tetap akan menagih janji Abdullah Jamai yang akan memenjarakan pelaku. Jika janji ini tidak direalisir, Ki Tjung bertekad melanjutkan kasus ini ke proses hukum.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.