• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 18 Juni 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Menunggu Investasi di Sektor Perikanan
    ALBERTUS VINCENT REHI | Minggu, 02 Oktober 2016 | 11:46 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Plt Kadis Kelautan dan Perikanan NTT Benediktus Polo Maing

     

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Hasil Perikanan dan Kelautan NTT yang berlimpah membutuhkan pengolahan pasca panen yang cepat dan tepat agar kualitas produk dapat terjaga. Karena itu, dibutuhkan investor untuk membangun industry pengolahan hasil perikanan dan kelautan dengan teknologi yang tepat sesuai permintaan pasar.

     

    Pelaksana Tugas (PLT.) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTT, Benediktus  Polo Maing  belum lama ini di Kupang, NTT memiliki potensi hasil perikanan dan kelautan yang beragam. Sayangnya, sebagian besar industry pengolahan hasil perikanan kita masih dalam skala kecil (industry rumah tangga) dengan teknologi tradisional yakni penggaraman/pengeringan.

     

    Hasil usaha penangkapan dan budidaya perikanan NTT hingga saat ini, sebagian besar hasilnya masih dijual keluar NTT dalam bentuk mentah atau belum diolah. Ini nilai tambahnya sangat kecil bagi daerah kita. Kalau hasil perikanan kita bisa diolah di NTT, lalu dipasarkan keluar, maka dampaknya (multiplier effect) bagi perekonomian daerah kita sangat luas.

     

    Dengan dibangunnya pabrik-pabrik pengolahan ikan di NTT maka akan menampung hasil perikanan di NTT,  menyerap tenaga kerja dan adanya alih teknologi. “Sudah pasti akan meningkatkan pendapatan nelayan dan masyarakat sekitar. Ini sesuai dengan semangat visi dan misi pembangunan perikanan NTT,” jelas Polo Maing.

     

    Disadari betul, NTT, sangat membutuhkan industri pengolahan hasil perikanan yang berorientasi ekspor sehingga akan memberikan kontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan PDRB Nasional.

     

    Daerah kita, lanjutnya, memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Namun hingga saat ini masih dijual ke luar NTT dalam bentuk mentah (belum diolah). “Kita punya tuna, cakalang, kerapu dan jenis lainnya yang dapat diekspor namun selama ini pengolahan dilakukan di luar NTT. Kita yang punya ikannya, tapi daerah lain yang memperoleh nilai ekonomisnya,” katanya.

     

    Saat ini telah ada pabrik tepung ikan di Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Pabrik rumput laut di Sumba Timur dan Flores Timur. Pabrik Garam di Kabupaten Kupang, Nagekeo dan Sabu Raijua.

     

    Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Agus Bullu yang ditemui secara terpisah mengatakan, NTT lebih membutuhkan investasi berupa pabrik pengolahan ikan, baik pengolahan setengah jadi maupun dalam bentuk jadi. Misalnya pabrik-pabrik tepung ikan dan pabrik ikan kaleng.

     

    Dengan adanya pabrik-pabrik pengolahan ikan di NTT, lanjut Agus, akan mendorong tumbuhnya industri-industri ikutan lainnya. Ambil missal, adanya pabrik tepung ikan akan mendorong tumbuhnya industry atau pabrik pakan ternak.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.