• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Ke Luar Negeri Berkat Dawai sasando
    ALBERT R. | Rabu, 11 Desember 2013 | 20:50 WIB            #GAYA HIDUP

    Ke
    dok/flobamora.net

     

    PENAMPILANNYA sederhana dan bersahaja. Tetapi, ketika jari-jemarinya menari di
    atas dawai Sasando, alat musik tradisional asal Rote yang dibuat dari senar gitar dan daun
    lontar, lelaki asal Rote berusia 33 tahun ini, mampu membuat orang terhanyut oleh alunan
    musik yang dimainkannya.  

    Bagi para pengunjung atau tamu di Swissbellin Kristal Internasional Hotel Kupang, sosok
    lelaki bernama Sakarias Ndao, sudah tidak asing lagi. Ia selalu hadir menghibur pengunjung
    restoran atau tamu di hotel itu tiga kali seminggu.

    Sakarias yang mengaku belajar sendiri bermain Sasando ini sejak tahun 2000 lalu,
    mengatakan, ada suka dan duka mewarnai perjalanan hidupnya saat menjadi pemetik sasando."
    Ada kesulitan sejak awal, karena belajar sendiri. Tangan kiri harus bermain bass sama
    melodi dan jemari bagian kanan untruk kunci C,G F," kata Sakarias yang dijumpai di Hotel
    T-More Kupang, sabtu lalu.

    Selain belajar sendiri memetik Sasando, putra pasangan Yohanes Ndao dan Elisabeth Manubnani
    ini, bisa menciptkan atau membuat sendiri Sasando Eltronik yang sudah mulai digemari para
    pemetik sasando baik yang ada di Rote dan Kota Kupang sekarang ini.
     
    Tentang pengalamannya bermain Sasando, ia juga sudah menelurkan sejumlah prestasi. Berbagai
    perlombaan sudah dia ikuti. Yang paling akbar dan spektakuler adalah saat mengikuti
    Festival sasando memperebutkan Piala Presiden tahun 2011 lalu.

    "Meski tidak sempat jadi juaranya saya puas, karena bisa menjadi juara grup apalagi jumlah
    peserta yang ikut dalam event tersebut cukup banyak," jelasnya.

    Suami dari Retno Ndolu dan ayah dari Putra Yosareth Ndao, Eza Nayla Ndao dan Iskia Ndao itu
    menuturkan, dari keahliannya memainkan dawai sasando, dia bisa menghidupkan keluarganya.
    "Penghasilan dari bermain sasando cukup untuk kami sekeluarga," tukasnya.

    Menurut pengakuannya, dia juga kerap kesulitan memainkan alat musik itu saat harus memenuhi
    keinginan pengunjung atau peminat musik. Selain nada dan kunci yang terbatas, dengan
    terpaksa mengikuti lagu yang dinyanyikan pengunjung.

    Ternyata, dibalik kepiawaiannya bermain sasando, Sakarias pun berbangga.Betapa tidak. Dia
    sudah empat kali diundang ke jepang, satu kali ke Korea dan dua kali ke Darwin serta sekali
    ke Melbourne, Australia.

    "Tiga bulan lalu saya bersama dua teman lainnya berangkat lagi ke Darwin
    menghadiri Expo Darwin, mewakili Indonesia khususnya NTT di ajang internasional tersebut,"
    tuturunya mengakhiri pembicaraan.

    Selamat ya to'o... Sukses terus dengan dawai sasandomu.*** (Risky)

    Foto : Sakarias Ndao




     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.