• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Nikmati Kenyamanan di Bukit Intan Lestari
    ALBERTUS VINCENT REHI | Kamis, 06 Oktober 2016 | 13:20 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Nikmati
    Perumahan Bukit Inttan Lestari di Kota Kupang

     

     

    PEMBANGUNAN perumahan di Kota Kupang, Nusa tenggara Timur (NTT) kian menggeliat. Para pengembang pun terus menawarkan berbagai model hunian kepada masyarakat. Salah satu perusahaan pengembang adalah PT Griya Suko Mau Permai yang menawarkan hunian nan asri. Bukit Intan Lestari.

     

    Tidak banyak yang tahu, jika sebuah pemukiman asri hadir di Alak, Kota Kupang. Lahan marginal seluas kurang lebih 30 hektare yang dulunya dihiasi baru karang, telah disulap dan bertukar rupa dengan sebuah kawasan perumahan.

     

    Sepintas jika melintasi jalan M.Praja menuju Pelabuhan Tanjung Lontar Tenau, kita akan menjumpai sebuah kawasan pemukiman atau perumahan Bukit Intan Lestari  yang berhadapan dengan Pulau Semau. 

     

    Direktur Pemasaran PT  Griya Suko Mau Permai, Jacob Oen , Kamis pekan lalu menuturkan, Kota Kupang ke depan sangat potensial. Akan tumbuh kelompok atau orang-orang secara ekonomi meningkat. Mereka tentu membutuhkan hunian yang baik, tertata dan nyaman. Dalam rangka itulah, pihaknya hadir untuk menjawab kebutuhan, kelas menengah atas.

    Ia mengakui, pihaknya tidak melirik pengembangan perumahan untuk kelas menengah ke bawah, karena sudah ada beberapa perusahaan properti yang sangat concern terhadap konsep ini. 

     

    Memang, jika melihat model hunian di Bukit Intan Lestari, model rumah yang ditawarkan lebih banyak untuk kalangan menengah atas.

     

    “ Kami punya keyakinan dengan meningkatkan arus orang, jasa dan barang masuk ke Kota Kupang  memungkinkan masyarakat untuk memiliki hunian yang nyaman. Saat ini, NTT sudah mulai dilirik para pemodal.  Untuk itulah kami hadir di Kota Kupang,” katanya.

    Menurut dia, perusahaannya menghadirikan konsep pemukiman yang bisa menjawabi kebutuhan masa depan masyarakat Kota Kupang, baik dari sisi mutu , maupun fasilitas yang disiapkan. Dan yang paling penting ada nilai investasi. Model seperti ini diterapkan di kota-kota besar. Selain itu ada nilai tambah, lantaran asset itu akan berkembang.

     

    Untuk pilihan lokasi sebetulnya manajemen Bukit Intan Lestari ingin mengubah, lahan yang sama sekali tidak produkitif menjadi produktif, yang akhirnya akan mengundang kekaguman banyak orang. Apalagi didukung dengan view yang menjanjikan.

     

    “Lahan yang disiapkan sementara 30 hektare. Kami juga harus memahami daya serap pasar, karena mempertimbangkan persepsi masyarakat akan hunian,” paparnya.

     

    Strategi yang diterapkan pihak perusahaan dalam membangunan lokasi ini dilakukan secara bertahap. Itulah sebabnya selain membangun rumah,  juga menghadirkan sebuah resto yang cukup representatif sesuai kebutuhan masyarakat Kota Kupang yang suka berkumpul.

     

    Bil’s Resto yang dibangun beberapa bulan lalu, memberikan nuansa tersendiri akan kehadiran Perumahan Bukit Intan Lestari. Selain resto di lokasi yang sama ada aula pertemuan yang bisa menampung 150 – 200 orang dan beberapa ruangan privat karaoke, untuk memanjakan mereka yang suka bernyanyi. Bahkan ke depannya, sudah ada rencana untuk membangun hotel bintang tiga dan convention hall bertaraf internasional.   

     

    Khusus untuk hunian, Bukit Intan Lestari menawarkan tiga tipe. Itu semua dalam Palm Klaster. Tipe terkecil adalah Ametis. Luas tanah 6 x 17 meter dengan luas bangunan 62 meter persegi. Ada dua kamar tidur dan dua kamar mandi.Mirip seperti hunian di apartemen.

     

    Kemudian, Tipe Emeral dengan luas bangunan 75 meter persegi. Lebih komplit lay outnya ada tiga kamar tidur, dua kamar mandi dan satu gudang. Ada ruangan tamu dan dapur. Konsep rumah yang sajikan adalah ramah energi, yang mengutamakan sirkulasi udara dan sistem pencahayaan yang baik.  Tipe yang ketiga adalah Jett, ukuran tanah 8 x 19. Luas bangunannya 120 meter persegi. Ada tiga kamar tidur plus satu kamar pembantu dua kamar mandi. Tampilan rumah ini jarang ditemui di Kupang. Kemudian tipe keempat adalah Garnet. Tipe ini hanya ada dua rumah dalam satu kopel. Lalu ada jarak antara satu kopel dengan kopel lainnya.

     

    “ Kami baru hadir di Kupang 25 April 2015 lalu. Ternyata, animo masyarakat sangat tinggi.Sudah ada puluhan rumah yang terjual termasuk pembelinya berasal dari luar NTT,” katanya.

     

    Pria kelahiran Ende ini berharap masyarakat NTT menangkap peluang ini, sehingga jangan sampai perumahan seperti ini diambil orang dari luar.Pihaknya ingin melakukan sesuatu bagi NTT dan  memilih Kota Kupang sebagai tempat yang sangat strategis untuk mengembangkan bisnis properti.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.