• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 13 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kejari Ende Dinilai tidak Prosedural Tahan Terduga Tersangka
    ALBERTUS VINCENT REHI | Selasa, 18 Oktober 2016 | 21:01 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kejari
    Yucundianus Lepa

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET -  Keluarga terduga tersangka tindak pidana korupsi pengerjaan jalan Ngaluroga- Nila dengan sistim swakelola menilai penahanan terhadap kelima tersangka tidak prosedural sesuai acara hukum yang berlaku.

     

    Penegasan ini disampaikan Yucun Lepa, salah satu keluarga terduga tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut kepada wartawan di Kupang, Selasa (18/10).

     

    Yucun menjelaskan, pengerjaan jalan Ngaluroga- Nila dengan sistem swakelola tersebut menelan dana kurang lebih Rp 400 juta. Pencairan tahap pertama yang diberikan kepada pengelola atas nama Mikhael Mayor senilai Rp70 juta atau sekitar 40 persen. Namun pengerjaan tidak berjalan sesuai jadwal karena alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ende mengalami kerusakan.

     

    Karena itu, sebagian dana yang ada dipakai untuk memperbaiki alat berat dimaksud dan sebagian dipakai untuk pengerjaan jalan dimaksud karena material lokal telah tersedia di lokasi proyek.

     

    Lebih lanjut Yucun yang juga anggota DPRD NTT ini mengatakan, ketika Mayor meminta tambahan uang ke bendahara, jawaban yang diterima bahwa anggarannya sudah tidak ada lagi. Terhadap persoalan ini, langsung digelar rapat internal setelah disampaikan kepada Kepala Dinas PU.

     

    “Sungguh sangat ironis, dalam kasus ini bendahara tidak disentuh atau ditahan, padahal ia yang paling bertanggung jawab terhadap pengeluaran anggaran yang tidak dipakai untuk pengerjaan jalan,” kata Yucun.

     

    Ia menegaskan, penanganan Kejari Ende terhadap kasus ini terutama Mikhael Mayor sangat tidak prosedural sesuai norma hukum yang berlaku. Pasalnya, saat itu Mayor dipanggil untuk diperiksa tapi langsung ditahan. Semestinya, Kejari Ende mengeluarkan surat penangkapan dan penahanan terhadap Mayor. Anehnya, surat penahanan diberikan kepada keluarga setelah Mayor ditahan di Lapas Ende.

     

    “Sikap yang diambil Kejari Ende menahan kelima orang terduga tersangka kasus korupsi terutama kepada Mayor dapat dikategorikan sebagai bentuk peculikan. Kita akan mengambil langkah hukum terhadap sikap Kejari Ende itu,” papar Yucun.

     

    Pada kesempatan itu Yucun juga mempertanyakan sikap Kejari Ende yang tidak menahan bendahara atau menetapkan status apapun terhadap bendahara. Pasalnya, bendahara mengeluarkan uang sekitar Rp190 lebih juta bukan untuk pengerjaan ruas jalan Ngaluroga- Nila. Padahal jika bendahara juga ditahan, akan menarik pihak lain yang menghabiskan anggaran Rp190 lebih juta dimaksud.

     

    Kuasa Hukum Mikhael Mayor, Luis Balun menegaskan, penahanan terhadap kliennya tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Apalagi, uang yang dicairkan bendahara tidak ada pertanggungjawaban yang jelas, tidak dimintai keterangan, bahkan ditahan.

     

    “Kita sudah ajukan praperadilan kepada Kejari Ende di Pengadilan Negeri Ende dan telah didaftar dengan registrasi nomor satu. Kita juga minta Kejari memeriksa dan menahan bendahara yang mengeluarkan anggaran tanpa ada kepastian pertanggungjawaban,” tegas Luis.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.