• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Setahun NTT Butuh 800.000 Ton Beras
    ALBERTUS VINCENT REHI | Rabu, 26 Oktober 2016 | 11:37 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Setahun
    Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Anis Tay Ruba

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET -  Dengan jumlah penduduk NTT saat ini kurang lebih 5, 4 juta jiwa, Provinsi NTT membutuhkan sekitar 700 sampai 800. 000 ton/ tahun untuk mengonsumsi beras dengan ratio konsumsi setiap orang sebanyak 112 kg/kapita per tahun.

     

    Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Anis Tay Ruba kepada wartawan seusai acara pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kegiatan/Anggaran Pembangunan Tanaman Pangan 2016 di Kupang, Senin (24/10) mengatakan, saat ini produksi gabah yang bisa dihasilkan setiap tahun sebanyak 970.000 ton dengan tingkat penyusutan ketika hendak diproses menjadi beras sebesar 0,6 persen. 

     

    Dengan demikian, sambung Anis jumlah beras yang dihasilkan kurang lebih sebanyak 600. 000 ton. Jumlah produksi ini memperlihatkan NTT masih kekurangan sekitar 200. 000 ton beras dari luar daerah.

     

    “Selama ini kita masih datangkan beras dari provinsi lain sekitar 115- 130. 000 ton. Namun beras yang didatangkan itu lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan program beras miskin (Raskin), gaji PNS, dan cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Bulog,” terang Anis.

     

    Ia menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk menekan kekurangan atau selisih antara total produksi dan kebutuhan masyarakat NTT akan beras. Komitmen ini dilakukan secara bertahap mulai dari 100. 000 ton sampai pada akhirnya produksi lokal bisa memenuhi sendiri kebutuhan masyarakat.

     

    Strategi yang dilakukan antara lain, menambah luas tambah tanam, luas panen dalam hal ini meningkatkan intensitas pertanaman dari sekali tanam menjadi dua kali tanam pada lokasi yang sama. Selain itu, menjaga produktivitas tanam.

     

    “Komitmen ini sebagai langkah untuk menyumbang pangan NTT untuk memenuhi kebutuhan lokal dan pada saatnya berkontribusi terhadap kebutuhan pangan nasional,” ujar Anis.

     

    Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian Kementerian Pertanian, Ani Andayani mengatakan, pada prinsipnya upaya perwujudan swasembada pangan NTT mendukung swasembada pangan nasional. Karena itu, kerja sama dengan TNI untuk menyukseskan program upaya khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai (Pajale) terus ditingkatkan. Salah satunya adalah penambahan luas tambah tanam dan perluasan panen.

     

    Ia menyampaikan, pada musim tanam April sampai September 2016, luas panen yang dicapai sebanyak 66. 000 lebih hektar dari target 57. 000 hektar. Surplus luas panen ini dicapai untuk menutupi kekurangan pada musim tanam Oktober 2015 sampai Maret 2016. Jia dihiitung dari produksi gabah, maka sudah melampaui kebutuhan karena sudah mencapai 970. 000 lebih ton. Atau dengan kata lain, produksi gabah sudah swasembada pangan. Produksi yang dicapai tidak terlepas dari keterlibatan TNI dalam program Upsus Pajale.

     

    “Kita terus tingkatkan kerja sama dengan TNI, karena diyakini dengan kerja secara bersinergi, NTT mendapat hasil yang baik dalam mencapai total produksi pajale,” ujarnya.

     

    Ia menambahkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap total produksi yang dicapai, pihaknya memberi piagam kepada Pemerintah Kabupaten, Dinas Pertanian, Dandim dan petugas lapangan, serta pihak partisipasi. Piagam yang diberikan itu sebagai bentuk motivasi kepada semua pihak untuk terus bekerja dan membangun sinergitas.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.