• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pembangunan Taman Doa Bukit Neonbat Habiskan Dana 90 Miliar
    ALBERTUS VINCENT REHI | Jumat, 09 Desember 2016 | 13:29 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pembangunan
    Minatur Patung Kristus Raja

     

    KEFAMENANU, FLOBAMORA.NET -  Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Rayundus Sau Fernandez mengatakan, pembangunan Taman Doa Bukit Neonbat di  Kecamatan Kota Kefamenanu yang di dalamnya ada patung Kristus Raja setinggi 58 meter menggunakan sistem tahun jamak lantaran akan mengahbiskan dana sekitar Rp80 sampai 90 miliar.

     

    Bupati Fernandez mengatakan itu pada acara presentasi awal pembangunan Taman Doa Bukit Neonbat oleh Konsultan Perencana, PT Sabana di Kefemenanu, Kamis (8/12) kemarin.

     

    Ia menutrukan, dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) TTU, dana yang dibutuhkan untuk membangun taman doa itu ditaksasi antara Rp80 sampa 90 miliar. Sementara dari Konsultan perencana, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp54, 5 miliar lebih yang dialokasikan dalam dua tahap.

     

    “Perbedaan angka ini, akan difinalkan pada perencanaan final oleh Konsultan Perencana untuk mendapatkan angka akhir,” ujarnya.

     

    Fernandez menjelaskan, alasan mendasar dibangunnya taman doa dimaksud karena selama ini TTU belum begitu dikenal pihak luar. Bahkan pemerintah pusat juga tidak memberi perhatian lebih dalam konteks pembangunan termasuk di bidang pariwisata.

     

    “Kita harapkan dengan dibangunnya taman doa ini yang didalamnya terdapat patung Kristus Raja tertinggi di dunia, bisa menarik perhatian pihak luar untuk mengunjungi TTU. Tempat itu akan menjadi salah satu destinasi religi di daerah ini,” katanya.

     

    Bupati TTU dua periode ini menyampaikan, pemerintah dan DPRD sudah membahas dan telah mengalokasikan anggaran tahap pertama dalam APBD TTU 2017. Bahkan pada APBD Perubahan 2017, bisa dialokasikan penambahan anggaran. Pembangunan taman doa itu dilaksanakan mulai tahun 2017 dan rampung sekaligus peresmian pada tahun 2019.

     

    “Patung Kristus Raja itu dibangun dalam tiga dimensi dan pada malam hari akan bersinar,” tuturnya.

     

    Menurutnya, pengembangan wisata religi menjadi pilihan tepat untuk mempromosikan potensi alam dan budaya daerah TTU ke seantro dunia. Karena disadari, daerah TTU tidak memiliki destinasi wisata alam dan bahari yang unggul seperti Labuan Bajo, Alor, dan Sumba. Selain itu, kehadiran taman doa ini sebagai ikon toleransi beragama karena letaknya berdekatan dengan masjid dan gereja Kristen Protestan.

     

    “Kita mau tunjukkan, walau berbeda- beda agama tapi kita satu. Karena itu paling penting adalah membangun hidup rukun yang saling berdampingan,” tandasnya.

     

    Pada kesempatan itu ia berharap agar semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat mendukung rencana pembangunan taman doa dimaksud, terutama berkaitan dengan lahan. Jangan sampai pemilik tanah menjual tanahnya kepada pihak lain atau pengusaha. Akibatnya, sektor usaha masyarakat sulit dipasarkan. Padahal salah satu aspek penting yang diharapkan adalah membawa manfaat tambahan bagi masyarakat di lokasi taman doa.

     

    “Kehadiran taman doa sebagai salah satu destinasi wisata itu, diharapkan akan menggerakkan sektor lain seperti penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi kreatif karena terciptanya pasar baru di daerah wisata,” paparnya

     

    Ketua DPRD TTU, Frengky Sonoa mengatakan, rencana pembangunan wisata religi tersebut sudah dibahas dan disepakati bersama pemerintah setempat. Aokasi anggaran pada tahap pertama tahun 2017 sebesar Rp10 miliar dan akan ditambah sampai finishing pada tahun 2019.

     

    Kata dia, pembangunan patung tersebut bukan dikarenakan mayoritas masyarakat TTU beragama Katolik melainkan sebagai upaya yang sejalan dengan semangat revolusi mental dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

     

    “Wisata religi ini sebagai tempat membina hati dan mental juga sebagai bukti toleransi beragama masyarakat setempat karena lokasinya pun berdekatan dengan masjid,” tandas Frengky.***

     

    Marsel – Hery Siap Bersaing Pimpin Golkar Kabupatren Ende

    ENDE,FLOBAMORA.NET- Dua kader Partai Golkar siap bertarung untuk memimpin partai tersebut di Kabupaten Ende. Kedua kader masing-masing Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD II) Partai Golongan Karya Kabupaten Ende

    Dua kader itu adalah Marselinus Y.W Petu (Bupati Ende) dan Herman Yosef Wadhi (Ketua DPRD Kabupaten Ende).

    Herman Yosef Wadhi, yang kerap disapa Heri Wadhi,kepada wartawan di Ende, Rabu (7/12)  mengatakan, kesiapanya memimpin Partai Golkar dalam penyelenggaran Musyawarah Daerah (Musda). Namun demikian kata dia, hingga sekarang belum bisa dilakukan karena belum ada petunjuk a dari DPD I Partai Golkar i NTT.

    " Saat ini Musda DPD II Partai Golkar di Kepulauan Sumba tengah berjalan, dan kemungkinan besar Musda DPDII Golkar di Pulau Flores akan berjalan serentak setelah Musda DPDII golkar di Pulau Sumba. Namun yang jelas di Ende Musda digelar sebelum Natal," kata Heri Wadhi.

    Ketua DPRD Kabupaten Ende,Heri Wadhi,saat ditanya  terkait dirinya apakah akan berencana untuk maju merebut kepemimpinan DPD II Golkar Kabupaten Ende, dengan tegas dirinya mengatakan siap maju,.

    Menurutnya, setiap kader Partai Golkar mempunyai hak yang sama untuk menahkodai partai berlambang beringin itu.

    Pada kesempatan ini ia juga mengatakan  selain kegiatan Musda membahas pergantian ke pemimpinan juga akan  dirangkaikan dengan kegiatan konsoludasi kader partai.

    Ia menuturkan, konsolidasi Partai Golkar harus segera dilakukan, mengingat partai lain di Ende sudah melakukan konsolidasi.

    "Semua partai  sudah. Tinggal Partai Golkar saja yang belum konsolidasi apalagi terkait dengan pengusulan kandidat untuk bertarung di pemilihan kepala daerah khususnya untuk gubernur,"ujar Heri Wadhi.

    Secara terpisah  Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende, Marcelinus Y.W Petu, mengatakan meski hingga sekarang pelaksanaan Musda belum ada penyampaian secara resmi dari DPD I Golkar NTT, namun ia menyatakan kesiapanya jika masih dipercayakan.

    " Saat ini belum ada informasi dari DPDI Golkar NTT terkait rencana Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende, namun saya siap jika masih di percayakan,"ujar Bupati Ende ini.

    Ia mengatakan jika memang suara dari peserta Musda mendukung dirinya untuk kembali memimpin Partai Golkar Kabupaten Ende , pihaknya selalu siap untuk mebesarkan Partai Golkar di Ende sesuai arahan DPD I serta DPP Partai Golkar.

    "Kita lihat hasilnya saja nanti, karena dalam AD/RT partai golkar tidak ada yang melarang hal ini, yang jelas kita lihat hasil Musdanya,"katanya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.