• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 09 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pelaksanaan Jatuh Tempo, Proyek Taman Kota Baru 80 Persen
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 12 Desember 2016 | 18:20 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pelaksanaan
    Sejumlah tenaga kerja sedang beraktifitas di proyek Taman Kota Maumere

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Pelaksanaan Proyek Pembangunan Taman Kota Maumere senilai Rp 2,564 miliar telah jatuh tempo pada 9 Desember 2016. Sampai dengan deadline, fisik proyek tersebut baru diselesaikan 80 persen lebih.
           

    Andreas David, pejabat pembuat komitmen (PPK) yang ditemui di lokasi pengerjaan Proyek Taman Kota Maumere, Kamis (8/12), mengakui proyek ini sudah jatuh tempo dan baru dikerjakan 80 persen. Dia mengatakan sudah mengajukan tambahan waktu kerja atau yang biasa disebut addendum.
           

    “(Proyek) ini akan selesai besok (Jumat 9 Desember 2016, Red). Sudah diajukan addendum untuk penambahan kerja selama 50 hari. Hanya tinggal item pekerjaan yang kecil-kecil dan finishing saja,” jelas dia.
           

    Andreas David berada di lokasi proyek untuk mendampingi Tim Pansus DPRD Sikka yang datang memantau pelaksanaan proyek tersebut. Direktris PT Gading Landscape Maumere Paulina Yeni Kabupung menerima kedatangan Tim Pansus, dan sempat memberikan informasi terkait pelaksanaan pekerjaan ini.

    Tim Pansus yang turun ke lokasi proyek yakni Ketua Pansus Gorgonius Nago Bapa, Wakil Ketua Fabianus Toa, dan beberapa anggota seperti Yoseph Karmianto Eri, Alfonsus Ambrosius, dan Yohanes Yudas.

    Yoseph Karmianto Eri mengatakan kehadiran Tim Pansus langsung di lokasi proyek untuk menggali data dan informasi guna pendalaman pada Pansus.

     

    Sebagaimana diketahui Proyek Pembangunan Taman Kota Maumere ini menuai polemik panjang menyusul penebangan sejumlah pohon pada lokasi kegiatan. Ditengarai penebangan pohon ini tanpa melalui prosedural karena tidak ada analisa dampak lingkungan.

    Polemik ini makin menguat ketika disitir dari sisi politik. Ketua DPRD Sikka Rafael Raga pernah menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah atas ditebangnya sejumlah pohon di lokasi proyek. “Perang politik” pun mulai ramai saat Bupati Sikka Yoseph Ansar Rerra menyatakan secara resmi bahwa penebangan pohon itu dilakukan oleh pemerintah dan DPRD Sikka.

    Yoseph Ansar Rera menyebut beberapa nama anggota DPRD Sikka terlibat saat pemaparan dan sosialisasi proyek ini di Hotel Sylvia. Ternyata anggota DPRD Sikka yang disebutkan namanya mengaku tidak pernah hadir dalam kegiatan tersebut.

    Proyek ini juga melahirkan perdebatan ketika pada awalnya papan nama proyek menunjukkan kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas masih terlibat saudara kandung. PPK beralasan terjadi kekeliruan saat penulisan papan nama.

    Dari polemik ini, akhirnya DPRD Sikka bersepakat membentuk Pansus Taman Kota Maumere untuk mendalami proses dan pelaksanaan pekerjaan proyek ini. Hingga kini Pansus masih terus bekerja dengan mengumpulkan sejumlah data dan informasi.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.