• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Jaksa Sebut Initial Dua Tersangka Proyek Hunian Pengungsi Rokatenda
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 13 Desember 2016 | 20:21 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Jaksa
    Inilah hunian bagi pengungi Rokatenda di Pulau Besar Kecamatan Alok Timu

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Kejaksaan Negeri Maumere, Selasa (13/12),  akhirnya menyebut initial dua orang tersangksa Proyek Hunian Pengungsi Rokatenda di Pulau Besar Kecamatan Alok. Dua orang tersangka itu berinitial S dan A.
           

    Keterangan tentang initial dua orang tersangka ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Martiul di ruang kerjanya, Selasa (13/12). Saat itu Martiul didampingi oleh Jeremias Pena salah seorang jaksa penuntut umum, dan salah seorang staf kejaksaan.

    Selama ini jaksa hanya mengatakan telah menetapkan dua orang tersangka pada kasus ini. Namun siapa saja tersangka yang dimaksudkan, jaksa masih merahasiakan. Pihak kejaksaan hanya mengatakan satu tersangka adalah orang lama, dan satunya lagi adalah orang baru. Pernyataan ini melahirkan berbagai persepsi tentang siapakah tersangka yang dimaksudkan kejaksaan.

    Tentang orang lama, memang tidak susah untuk diprediksi. Karena orang lama yang dimaksudkan adalah tersangka yang kini sedang mendekam di Rutan Tipikor Kupang terkait Kasus Pengadaan MCK Pengungsi. Pada kasus ini sudah ada tiga tersangka yaitu Kepala BPBD Kabupaten Sikka, bendahara, dan kontraktor pelaksana.

    Dengan menyebut salah satu tersangka adalah S, wartawan pun kemudian meminta kejelasan apakah yang dimaksudkan itu adalah Kepala BPBD Sikka. Namun Martiul enggan memberikan identitas yang jelas tentang siapkah S tersebut.

    Berbeda dengan tersangka S, Martiul justeru membuka identitas tersangka A. Menurut dia, A adalah bendahara dana siap pakai (DSP) pada Kantor BPBD Sikka.
           

    Dia menjelaskan S dan A telah melakukan kerugian negara mencapai ratsan juta rupiah. Modus yang dilakukan yakni memberikan pinjaman uang dari kegiatan proyek ini kepada 3 orang pihak luar, yang hingga kini tidak dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu peminjam adalah S yang juga adalah tersangka.
           

    “Kami sudah periksa saksi-saksi, termasuk tersangka A memberikan keterangan seperti itu. Sementara tersangka S belum kami periksa karena yang bersangkutan masih di penjara,” jelas Martiul.
           

    Martiul menambahkan sementara ini pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP atas pelaksanaan kegiatan peroyek ini. Dia berharap hasil audit bisa secepatnya turun sehingga proses perkara ini bisa segera dilanjutkan.
           

    Dia menambahkan, tersangka bisa saja bertambah. Kemungkinan terbesar adalah 2 orang yang ikut meminjam dana kegiatan proyek ini. Kemungkinan lain yakni pihak-pihak lain yang diduga juga menerima aliran dana dari proyek ini.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.