• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ketua MUI NTT: Kekerasan Terhadap Anak Merusak Masa Depan Bangsa
    ALBERTUS VINCENT REHI | Rabu, 14 Desember 2016 | 21:48 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ketua
    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abdul Kadir Makarim

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET -Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abdul Kadir Makarim menegaskan kekerasan terhadap anak adalah tindakan merusak masa depan bangsa.


    Makarim menyampaikan hal itu di Kupang menyikapi kasus penikaman terhadap tujuh siswa SDN I Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua oleh sejumlah orang tak dikenal, Selasa (13/12) pagi.


    "Anak adalah aset bangsa dan merupakan pelanjut peradaban bangsa, oleh karena itu segala bentuk kekerasan terhadap anak akan merusak masa depan bangsa Indonesia," tegas Makarim saat dihubungi, Selasa (13/12) malam.


    Ia mengatakan, meskipun sudah ada undang-undang perlindungan anak, namun kekerasan terhadap anak di Indonesia tetap saja terjadi dengan berbagai macam modus/latar belakang. Untuk itulah sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia, MUI NTT menyatakan sikap terkait kasus kekerasan terhadap anak di Sabu Raijua.


    Adapun pernyataan sikap MUI NTT adalah mengecam keras tindakan kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan sekolah terutama saat berlangsung kegiatan belajar-mengajar sebagai tragedi kemanusiaan.


    Mendesak kepada pemerintah dan pihak keamanan untuk segera mengusut tuntas kasus ini, menemukan pelakunya, menguak motivasi tindakan tersebut dan segera diumumkan ke publik sehingga mengurangi keresahan masyarakat Sabu Raijua serta dalam rangka validasi informasi kepada publik NTT khususnya Sabu Raijua.


    Menghimbau kepada masyarakat Sabu Raijua dan NTT secara umum untuk tetap tenang dan mempercayakan penuh kepada pemerintah dan pihak kepolisian untuk bekerja secara porfesional dalam mengungkap misteri kasus ini.


    Menghimbau kepada umat beragama di Sabu Raijua dan NTT secara umum agar tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dengan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


    "Kami segera berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama lintas agama dan pemerintah untuk saling menjaga dan merawat kerukunan umat beragama yang sudah terjalin selama ini," kata Makarim.


    Dia menambahkan MUI NTT menghimbau kepada masyarakat untuk menunggu dengan tenang informasi yang valid dan tindak lanjut dari pihak kepolisian demi kejelasan/kepastian hukum.


    Selain itu, MUI menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang sifatnya belum pasti dalam bentuk provokasi sehingga dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.


    Dia berharap anak-anak korban kekerasan cepat mendapat penanganan medis yang profesional dan cepat dipulihkan baik secara fisik maupun trauma psikis.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.