• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Iptek
     
    Belanja Pegawai Turun Rp 18 Miliar Lebih
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 18 Desember 2016 | 14:44 WIB            #IPTEK

    Belanja
    Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Stefanus Sumandi

     

    MAUMERE<FLOBAMORA.NET – Struktur RAPBD Sikka TA 2017 kali ini cukup menarik dari sisi belanja pegawai. Pemkab Sikka menurunkan belanja pegawai sampai dengan Rp 18.785.762.355. Sebelumnya target belanja pegawai sebesar Rp 504.765.763.355, kini berubah menjadi Rp 486 miliar saja.
           

    Fraksi PDI Perjuangan memberi apresiasi atas rasionalisasi ini. Padahal, seiring dengan perubahan organisasi perangkat daerah, sesungguhnya belanja pegawai harus ikut meningkat.
           

    “Ini sudah sesuai harapan fraksi selama ini sebagai upaya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui peningktan pada belanja langsung yang justeru berpihak keada masyarakat.  Tetapi ada pertanyaan kenapa rasionalisasi (belanja pegawai) tidak terjadi tahun-tahun sebelumnya?” seru Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Stefanus Sumandi.
           

    Ketua Fraksi Partai Demokrat Agustinus Romualdus Heni yang biasanya kritis terhadap kebijakan pembangunan, pun memberikan apresiasi atas langkah Pemkab Sikka. Meski demikian menurut dia semestinya target belanja langsung masih bisa dikurangkan lagi.
           

    Dia menyebut beberapa item belanja langsung yang bisa dikurangkan seperti pengalihan kewenangan SMA/SMK ke provinsi mencapai Rp 18.824.154.884, gaji pegawai Dinas Kehutanan yang dialihkan ke provinsi sebesar Rp 3.657.671.848, tunjangan sertifikasi guru SMA/SMK yang juga dialihkan ke provinsi, dan pengalihan gaji PNS urusan pertambangan dan energi dan tenaga penyuluh PNS pada KB, Kelautan dan Perikanan.
           

    Fraksi Partai Demokrat mengusulkan agar belanja pegawai bisa dikurangi berkisar antara Rp 25-30 miliar. Apalagi jika uang lauk-pauk untuk 5 hari kerja dievaluasi kembali.
           

    Namun di balik itu, Agustinus Romualdus Heni berpendapat sehubungan dengan adanya tambahan belanja dari DAK sebesar Rp 231.588.864.000, dan kemudian PAD dikembalikan sesuai dokumen PPAS, maka mestinya pos belanja langsung dianggarkan sebesar Rp 571.767.310.121,48.

    Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera mengatakan menurunnya belanja pegawai sebagai dampak dari dilaksanakannya penyerahan P3D kepada pemerintah provinsi yang berkaitan dengan pelaksanaan urusan pendidikan menengah atas, kehutanan, pertambangan dan energi. Penurunan juga diakibatkan berkurangnya dana sertifikasi guru sebesar Rp 13.823.494.000.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.