• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Tidak Berfungsi, Gudang Veem Bakal Dijadikan Areal Terminal Penumpang
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 23 Desember 2016 | 20:35 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Tidak
    Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka Wihelmus Sirilus

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Sejak dibangun pada tahun 2007 dan 2008, ternyata bangunan Gudang Veem tidak berfungsi sampai sekarang. Kini bangunan yang menyedot dana sebesar Rp 1 miliar lebih itu bakal dijadikan areal terminal penumpang di Pelabuhan Laurens Say Maumere.
           

    Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka Wihelmus Sirilus yang dihubungi di Pelabuhan Laurens Say, Jumat (23/12), usai peletakan groundbreaking Terminal Penumpang Pelabuhan Laurens Say Maumere, membenarkan bangunan gudang veem akan difungsikan sebagai areal terminal penumpang.
           

    Meski demikian dia mengatakan status gudang veem ini harus dibicarakan lagi. Katanya, karena ini menyangkut aset, maka Dinas PPKAD akan membicarakan persoalan ini bersama DPRD Sikka. Kapan status gudang veem ini akan menjadi jelas, Sirilus Wihelmus belum bisa memastikan.
           

    Data yang dihimpun Flobamora.net, bangunan gudang veem ini dikerjakan dua tahap dengan nomenklatur Pembangunan Pelataran Parkir dan Gudang Veem. Hingga kini gudang veem tidak difungsikan sebagaimana peruntukkannya. Terakhir gudang veem malah difungsikan sebagai tempat menampung barang-barang bantuan paska erupsi Gunung Rokatenda pada Agustus 2013 lalu.
           

    Proyek pembangunan ini juga ditengarai bermasalah karena diduga mengandung unsur korupsi. Bahkan Polres Sikka pernah menyelidiki kasus dugaan korupsi tersebut sejak tahun 2010. Sudah ada 121 orang saksi yang diperiksa Robertus Lameng, Endang Sri Sumartin, Fred K. Djen, Stanislaus, Yance Padeng, Paskalis Fernandez Bello, Simon Petrus, Gaudensius Nong Pio, Dominikus Dion, Cindranata Nikolai, dan Muhamad La’adi.

    Kasus dugaan korupsi itu kini sudah tidak jelas penanganannya. Kapolres Sikka I Made Kusuma Jaya melalui Kasubag Humas Margono mengakui kasus ini pernah masuk ke Unit Reskrim Polres Sikka. Hingga saat ini penyidik masih terus melakukan penyelidikan.

    Menurut Margono, penyidik mengalami kendala, terutama berkaitan dengan keberadaan dokumen pendukung proyek. Penyidik sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka untuk mendapatkan dokumen.

     

    Namun dia menyebutkan, dokumen kegiatan proyek ini sudah hilang entah ke mana. Diduga dokumen  hilang sewaktu perpindahan Kantor Dinas Hubkominfo dari kantor sebelumnya di Jalan Sudirman ke kantor yang sekarang ini.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.