• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Masalah Perdagangan Orang Makin Memprihatinkan
    ALBERT R. | Kamis, 12 Desember 2013 | 10:54 WIB            #NASIONAL

    Masalah
    Pater Piter Dile Bataona

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Koordinator Justice, Peace and Integrity Creasion (JPIC)  salah
    satu divisi pelayanan publik imam-iman Serikat Sabda Allah (SVD) di Timor, Pastor Piter
    Dile Bataona,SVD, mengatakan,  masalah human trafficking di wilayah Nusa Tenggara Timur
    (NTT)  saat ini sudah semakin memprihatinkan.

    “Kita prihatin dengan kondisi daerah ini,jika pihak-pihak yang bertanggungjawab tetap
    membiarkan masalah human trafficking itu ada dan menggerogoti daerah ini. Kita minta
    pemerintah bersama pihak keamanan harus serius menanggani masalah ini,” katanya di Kupang,
    Kamis (12/12).

    Perdagangan manusia, kata dia, justru dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan, namun
    mereka tidak mau tahu apa dampaknya. Mereka hanya ingin mendapatkan uang yang sebanyak-
    banyaknya dari pekerjaan yang tidak terpuji ini.

    “Yang lebih miris lagi, kasus tersebut selalu menimpa anak-anak di bawah umur, baik itu
    laki-laki maupun perempuan. Saya sudah hubungi  beberapa bupati di NTT terutama di Flores
    dan Timor untuk  serius memperhatikan masalah ini,” katanya.

    Menurutnya, sasaran human trafficking ini adalah masyarakat kecil di desa-desa yang sedang
    terjepit masalah ekonomi. Karena masalah ekonomi keluarga ini maka ketika ada tawaran untuk
    bekerja di luar daerah atau luar negeri mereka langsung menyetujuinya.

    Kasus terakhir yang dihadapi lima TKW asal Kabupaten Kupang dan Belu yang berhasil
    diselamatkan   Justice, Peace and Integrity Creasion (JPIC)  SVD ini justu harus membuka
    mata pihak berwajib,agar lebih serius lagi mengawasi arus manusia yang keluar dari daerah
    ini.

    Kelima orang itu yang diselamatkan tersebut lanjutnya, sudah menjadi korban human
    trafficking. Karena menurut pengakuan mereka, KTP yang mereka pegang mereka sendiri tidak
    tahu siapa yang membuatnya.

    “Tiba-tiba saja mereka dibagikan KTP sebelum diberangkatkan ke Jakarta. Kemudian, tidak ada
    tanggungjawab dari perusahan yang merekrut mereka untuk mengantar sampai tujuan. Mereka
    dilepaskan pergi tanpa arah,” katanya.

    Dia menjelaskan, data yang dihimpun menyebutkan, kasus trafficking baik ditingkat
    Kabupaten/ Kota  dalam tiga tahun terakhir yakni tahun 2010 sebanyak 20 kasus, tahun 2011
    sebanyak 17 kasus dan  di tahun 2012 sebanyak 7 kasus. Hal ini  selain dipengaruhi ekonomi
    dan juga pemahaman masyarakat, orang tua tentang migrasi aman masih terbatas.

    Dia juga menyayangkan, penyebaran informasi mengenai prosedur menjadi tenaga kerja yang
    aman yang belum merata ke berbagai wilayah. Ini juga membutuhkan peran semua pihak untuk
    membantu mengkampanyekan berupa menyebaran informasi  soal bagaimana  menjadi calon tenaga
    kerja yang aman atau legal.*** (Risky)

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.