• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Moratorium Pengiriman TKI Sejak Januari 2016
    ALBERTUS VINCENT REHI | Sabtu, 31 Desember 2016 | 10:44 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Moratorium
    Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandez bersama Ketua Sinode GMIT Pdt.mMery Kolimon saat menjadi nara sumber pada acara dialog radio, kamis lalu di Kupang

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes mengatakan, kebijakan moratorium pengirman TKI sudah diberlakukan selama satu tahun sejak Januari 2016, sambil mempersiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang segera dibangun mulai tahun 2017 mendatang.


    "Langkah itu (moratorium) harus saya lakukan untuk mencegah agar masyarakat saya tidak terus-menerus menjadi korban perdagangan manusia," katanya saat menjadi salah satu nara sumber pada dialog tentang pencegahan terhadap perdagangan orang di NTT, Kamis lalu di Radio Suara Kasih bersama Ketua Sinode GMIT Pdt.Mery Kolimon .


    Ia menyebutkan, dalam tahun 2016 sudah tercatat tujuh orang dari TTU yang meninggal di luar negeri yang sebelumnya diberangkatkan ke luar negeri secara ilegal.


    Ia mengakui, meskipun kebijakan moratorium mendapat pertentangan dari pihak tertentu terutama perusahaan jasa ketenagakerjaan, namun menurut dia, hal itu dilakukan untuk menjaga agar masyarakatnya tidak diperlakukan secara semena-mena di tempat kerja.


    Bupati dua periode itu mengatakan, moratorium TKI tersebut masih terus dilakukan hingga dua sampai tiga tahun ke depan sambil menunggu kesiapan BLK.


    Peran BLK ini, lanjut dia, sangat penting sebagai tempat membina keterampilan kerja sesuai dengan potensi yang dimiliki calon tenaga kerja, seperti menjadi tukang, pembantu rumah tangga, mekanik, penjahit, petani, peternak dan lainnya.


    Pihaknya akan mengundang berbagai pihak yang berkompeten dari perguruan tinggi, LSM, maupun gereja untuk menentukan kurikulum terbaik yang diterapkan di BLK tersebut.


    "Kita akan inventarisasikan semua calon tenaga kerja, kemudian diberikan pendidikan dan keterampilan kerja sesuai potensi mereka, dan kemudian bisa disalurkan secara resmi baik ke dalam maupun luar negeri," tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.