• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Januari 2017 Pemerintah Selesaikan Pembayaran Lahan Napunggete
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 02 Januari 2017 | 19:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Januari
    Lokasi rencana peletakan batu pertama pembangunan Waduk Napunggete di Uru Desa Ili Meso Kecamatan Waiblama, tampak helipet, sebagai tempat pendaratan hellikopter

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Masalah lahan dan ganti rugi masih menjadi kendala penting pelaksanaan pembangunan Waduk Napauggete di Kecamatan Waiblama. Pemkab Sikka berjanji akan menyelesaikan persoalan ini pada Januari 2017.
           

    Dalam konferensi pers akhir tahun di Rujab Bupati, Sabtu (31/12), Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menjelaskan Panitia Apraisal sudah mengeluarkan pengumuman kepada 19 pemilik lahan tentang besarnya biaya ganti rugi. Pengumuman dilakukan sejak 21 Desember 2016 dan akan berakhir pada 5 Januari 2017. Dalam rentang waktu itu, pemilik lahan diberikan kesempatan untuk mengklarifikasi.
           

    “Mengapa ada pengumuman? Jangan-jangan ada pihak lain yang klaim atas hak kepemilikan tanah dan tanaman, sehingga kita tidak salah bayar dan juga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Nanti setelah aprisal sudah hitung semua, kami ke lapangan menjelaskan kepada masyarakat dan menyebutkan Si A terima sekian, Si B terima sekian, Si C terima sekian dan seterusnya, karena masing-masing berbeda-beda,” jelas Yoseph Ansar Rera.
           

    Dia mengatakan proses pembebasan lahan dan tanaman di Napunggete sangat berbeda dengan proses jual beli tanah sebagaimana biasanya. Dalam proses ini, kata dia, ada tahapan-tahapan yang mesti dilalui. Untuk pembebasan tanah dilaksanakan oleh panitia yang ada di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sikka.

    Panitia di BPN akan menginventarisasi kejelasan detail lahan masing-masing pemilik. Hasil dari Panitia BPN akan diserahkan kepada Panitia Apraisal yang tugasnya menilai kepantasan harga lahan dan tanaman yang mesti dibayarkan pemerintah. Nantinya pembayaran tidak dilaksanakan secara tunai kepada pemilik lahan dan tanaman, tetapi dibayarkan melalyui rekening bank. Dia beralasan supaya lebih aman.
           

    Sambil menunggu prose pembayaran, Yoseph Ansar Rera memastikan proses pembangunan di Napunggete tetap akan dilaksanakan, termasuk pelebaran jalan dari Nanghale hingga ke lokasi waduk. Dia berharap masyarakat bersabar dan memberikan dukungan pelaksanaan pembangunan.
           

    Informasi yang dihimpun, harga ganti rugi lahan dan tanaman sangat bervariatif, tergantung letak lahan. Dan kondisi ini yang sedikit membuat masyarakat pemilik lahan bertanya-tanya. Masyarakat juga berharap adanya kejelasan dan transparansi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.