• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 18 Juni 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Diringkus dari Sekolah, Pelaku Pencabulan Pasrah
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 11 Januari 2017 | 21:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Diringkus
    Oknum kepala sekolah yang diduga melakukan pencabulan saat digelandang aprat kepolisian ke Mapolres Sikka, Rabu (11/1)

     

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET - Usai mendapat laporan kasus pencabulan terhadap empat siswa SDNI Wutik Kecamatan Koting D Kabupaten Sikka, polisi pun langsung bertindak cepat meringkus pelaku di sekolah, Rabu (11/1). Pelaku pun pasrah dan tidak melakukan perlawanan.
           

    Saat bertemu di ruang kerja S, aparat keamanan menyampaikan maksud dan tujuan mereka. S yang berperawakan tinggi itu tampak tenang sekali. Reaksinya dingin ketika mendengar dirinya dilaporkan melakukan perbuatan cabul. Tidak perlu lama berdiplomasi, S kemudian langsung digelandang ke Mapolres Sikka.
           

    Kasat Reskrim Polres Sikka Andriz Setiawan mengatakan pihaknya perlu segera mengamankan pelaku sehingga tidak terjadi hal-hal yang di luar prosedur hukum. Dia kuatir, jika informasi kasus pencabulan ini meluas dan bisa saja masyarakat bertindak main hakim sendiri. Selain itu, katanya, sikap mengamankan pelaku ini juga sekaligus agar pelaku bisa memberikan keterangan atas laporan para korban.

    “Jadi dengan dasar laporan kepolisian tadi, tadi kita langsung mengamankan kepala sekolah tersebut. Sekarang masih dalam proses pemeriksaan, dan hari ini kami akan langsung gelar untuk kemudian ditingkatkan ke penyidikan,” jelas Andriz Setiawan.

    Andriz Setiawan menambahkan korban yang melapor sebanyak empat orang. Kemungkinan masih ada korban lain, dan kini sedang didalami kepolisian. Kasus ini masuk dalam kategori perbuatan cabul karena korbannya anak-anak. Pelaku diduga melanggar Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Anak.

    Saat ini, katanya, sudah ada saksi-saksi pendukung, dan semuanya akan diambil keterangan. Sementara pelaku sendiri juga sedang diambil keterangan. Untuk sementara, tambahnya, pelaku mengaku hanya peluk-peluk dan elus-elus saja. Setelah gelar perkara, status pelaku akan ditingkatkan menjadi tersangka. Pihak kepolisian tidak melakukan visum karena peristiwa ini terjadinya sudah lama.

    Kedatangan polisi dengan sejumlah wartawan ke SDNI Wutik, sepertinya tidak menarik perhatian para guru dan anak-anak yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Para guru hampir tidak tahu jika kepala sekolah mereka terlibat kasus pencabulan.

    “Kami tidak tahu kalau dia terlibat kasus pencabulan. Selama ini dia baik-baik saja. (Dia) tidak ada masalah di sekolah ini,” ujar seorang guru yang tidak mau namanya disebutkan.***

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.