• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 22 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Lima Kecamatan di Sikka Dilanda Bencana, Satu Orang Meninggal
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 14 Januari 2017 | 08:08 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Lima
    Sekretaris BPBD Sikka Bari Fernandez menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban bencana alam di Desa Watudiran Kecamatan Waigete, Jumat (13/1)

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Dalam dua bulan terakhir, sejak Desember 2016 hingga Januari 2017, sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Sikka yang dilanda  bencana alam. Tercatat 1 orang meninggal akibat terhanyut banjir badang.
           

    Lima kecamatan itu adalah Waigete, Alok Barat, Magepanda, Tanawawo, dan Lela. Bencana alam yang terjadi dalam beberapa bentuk seperti banjir badang, puting beliung, dan longsor, merusaki puluhan rumah dan tanaman serta bangunan sekolah. Akibat dari bencana alam, banyak masyarakat yang terpaksa mengungsi ke rumah keluarga. Puluhan pelajar pun terpaksa  melakukan kegiatan belajar mengajar pada bangunan darurat.

    Puting beliung melanda Waigete, Magepanda, Tanawawo, dan Lela. Sedangkan banjir badang menggerus Waigete dan Alok Barat. Sementara itu longsor menerjang Tanawawo dan Lela.

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Bari Fernandez di sela-sela menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana din Desa Watudiran Kecamatan Waigete, Jumat (13/1), mengatakan Kabupaten Sikka masuk dalam daerah rawan bencana.

    “Kami selalu antisipasi pada semua kecamatan. Sampai sekarang yang terdata baru lima kecamatan, bisa saja ada yang belum melapor sehingga belum diketahui,” jelas Bari Fernandez.

    Bari Fernandez menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait lainnya untuk mendata korban bencana alam, menyalurkan bantuan, serta melaksanakan tanggap darurat. Sejauh ini, jelasnya, BPBD Sikka lebih banyak bersinergi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sikka.

    Tentang korban yang meninggal diketahui bernama Wihelmina Wodon, 45 tahun, warga Dusun Kloangaur Desa Watudiran. Korban adalah seorang petani, yang sehari-harinya bekerja di kebun milik sendiri.

    Kepala Desa Watudiran Maximus Milianus menjelaskan banjir badang di Kloangaur terjadi pada Sabtu (7/1) lalu sekitar pukul 15.30 Wita. Sebelumnya terjadi hujan yang sangat deras kurang lebih sekitar empat jam lamanya. Sejumlah kali di wilayah itu meluap karena banjir badang.

    Informasi yang dia terima dari masyarakat, saat itu korban bersama anaknya bernama Anci, 7 tahun, dari kebun dan hendak pulang ke rumah. Waktu itu hujan sudah mulai reda, sehingga kedua warga ini memilih menyeberangi sungai yang biasa mereka lewat.

    “Mereka harus melewati Kali Wairbolo. Pada saat menyeberang tiba-tiba banjir besar datang. Anak yang kecil masih sempat menyelematkan diri, sedangkan korban terhanyut banjir, dan ditemukan meninggal,” jelas Maximus Milianus.

    Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 Wita dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Keesokan harinya korban langsung dimakamkan oleh keluarga. BPBD Sikka dan Dinsos Sikka telah menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.