Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Puting Beliung Sikat Delapan Rumah dan Satu Sekolah Kelas Jauh


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 25 April 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Puting Beliung Sikat Delapan Rumah dan Satu Sekolah Kelas Jauh
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 14 Januari 2017 | 08:14 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Puting
    Eferinus Efi, salah seorang korban bencana alam memberikan keterangan kepada wartawan di Dusun Kloangaur Desa Watudiran Kecamatan waigete, Jumat (13/1)

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Warga Dusun Kloangaur dan Dusun Kilawair di Desa Watudiran Kecamatan Waigete dikagetkan dengan angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (22/12/2016) dinihari. Angin puting beliung itu menyikat delapan rumah penduduk dan satu bangunan sekolah darurat.
           

    Bencana alam ini mengakibatkan 14 kepala keluarga menderita kerugian puluhan juta rupiah. Sebanyak 13 kepala keluarga masih bertahan pada rumah mereka, sedangkan 1 kepala keluarga terpaksa diungsikan ke rumah keluarga, karena bangunan rumahnya rata dengan tanah.
           

    Eferinus Efi, warga RT/RW 014/06 Dusun Kloangaur, yang rumahnya rata tanah menjelaskaan saat itu dia dan seisi keluarga sudah tertidur lelap. Tiba-tiba dia mendengar bunyi gemuruh yang begitu besar hingga tempat tidur pun bisa bergeser jauh.

    Dia menggambarkan betapa angin puting beliung malam itu sangat dahsyat. Atap rumahnya yang terbuat dari seng beterbangan diterpa angin puting beliung. Untung saja dia segera membangunkan seluruh isi rumah agar keluar dari rumah. Tidak lama kemudian rumahnya roboh dalam waktu seketika.

    “Atap seng semua terangkat dan terbang. Ada yang sempat menerjang beberapa rumah tetangga. Suasana mencekam sekali. Syukur saya cepat bangunkan keluarga, kalau tidak bisa jadi banyak korban malam itu,” cerita Eferinus Efi.

    Kini Eferinus Efi bersama keluarga mengungsi ke rumah salah seorang keluarga. Sebagai seorang petani yang bersusah-payah membangun rumah bertahun-tahun, dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia mengharapkan perhatian dari pemerintah.

    Rumah Eferinus Efi berbentuk setengah permanen, terdiri dari rumah keluarga bagian depan dan dapur di bagian belakang. Semuanya sudah rata tanah. Pasca peristiwa malam itu, Eferinus Efi bersama keluarga dan masyarakat setempat merapikan semua bangunan yang roboh.

    Pada Jumat (13/1), Pemkab Sikka melalui Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka dan Dinas Sosial Kabupaten Sikka menyalurkan bantuan darurat kepada para korban bencana. Eferinus Efi juga menerima bantuan tersebut, meskipun kata dia, belum sebanding dengan kerugian yang dia derita.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.