• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    DPRD NTT Puji Komitmen Bupati TTU
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 16 Januari 2017 | 12:35 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    DPRD
    Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo memuji langkah konkrit dan komitmen Bupati TTU, Raymundus Fernandes dalam menyikapi berbagai kasus kekerasan dan kematian yang dialami warganya di luar negeri. Bahkan terkait kasus kematian Dolfina Abuk, Pemkab TTU mengirim tim ke Malaysia. Harus diakui, persoalan yang terjadi selama ini mulai dari proses perekrutan, pengiriman dan penempatan TKI di luar negeri, sepenuhnya diserahkan kepada perusahaan swasta.

     

    “Langkah moratorium pengiriman TKI ke luar negeri oleh Pemda TTU harus diapresiasi, karena secara nasional beberapa waktu lalu juga gagal. Apalagi moratorium itu diikuti dengan didirikannya BLK dan kurikulum bagi tenaga kerja, baik yang hendak bekerja di luar negeri maupun dalam negeri dan di TTU sendiri,” kata Winston di Kupang, Sabtu (14/1).

     

    Ia menyatakan, kehadiran perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) tidak dilarang, tapi harus resi dan memiliki tempat penampungan yang laik. Hal ini berkaitan dengan kondisi calon TKI selama di tempat penampungan sebelum dikirim ke luar negeri. Karena itu, gugus tugas yang telah dibentuk harus memaksimalkan peran yang diemban. Jika semua pihak bersatu dan bekerja optimal, dipastikan persoalan TKI terutama pengiriman tenaga kerja secara ilegal bisa diatasi.

     

    Wakil Direktur Kriminal Umum Polda NTT, AKBP Viktor Silalahi menyampaikan, Polda NTT sudah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) dengan Kepolisian Diraja Malaysia. Bahkan sudah punya grup what’s app (WA). Hal ini dimaksudkan agar ketika ada persoalan yang dihadapi TKI asal NTT di Malaysia, bisa langsung disikapi.

     

    Sesuai data yang dihimpun dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, jumlah TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri dalam kurun waktu tiga tahun terakhir hingga awal Januari 2017 sebanyak 98 orang. Rinciannya tahun 2014 ada 21 orang, tahun 2015 ada 28 orang, tahun 2016 ada 46 orang, dan awal Januari 2017 ada tiga orang.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.