• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Lepas Ratusan Hektare Tanah Untuk Waduk Napunggete, Masyarakat Terancam Kelaparan
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:54 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Lepas
    Lokasi bakal Waduk Napunggete

     

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET – Nasib miris dialami masyarakat pemilik lahan di areal Pembangunan Waduk Napunggete, Kecamatan Waiblama. Usai melepas 161 hektare tanah, justeru kini mereka terancam kelaparan karena tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
           

    Persoalan utamanya karena sebagian besar dari mereka tidak lagi memiliki lahan garapan. Sementara itu pemerintah setempat belum merealisasikan biaya ganti rugi. Akibatnya selama ini mereka hanya bertahan hidup dengan sisa-sisa pendapatan hasil kebun pada tahun sebelumnya.
           

    Ketua Forum Petani Napunggete Paulus Yan Sani di Gedung DPRD Sikka, Senin (16/1), mengungkapkan sudah ada beberapa kepala keluarga di Desa Ilinmedo yang kini menyambung hidup dengan cara berutang. Mereka menjamin akan menggantikan pinjaman tersebut setelah pemerintah membayar ganti rugi atas lahan dan tanaman yang dijadikan areal waduk.

    “Untuk sementara masih ada sisa panen tahun kemarin, jadi mereka dapat makan dari situ. Tapi riilnya masyarakat sudah menderita, karena tidak ada lahan garapan, otomatis tidak ada pendapatan. Ada yang hutang sudah menumpuk,” terang Paulus Yan Sani kepada para wartawan.

    Fakta seperti inilah yang mendorong para pemilik lahan mendesak pemerintah untuk segera membayarkan ganti rugi atas lahan dan tanaman yang sudah dibebaskan. Mereka memberi target realisasi pembayaran ganti rugi sampai 23 januari 2017 mendatang. Jika pemerintah belum jga merealisasikan, maka Forum Petani Napunggete akan melakukan aksi unjuk rasa.
    Meski demikian, Paulus Yan Sani mengungkapkan bahwa sikap masyarakat bukan berarti tidak mendukung kebijakan Presiden Jokowi membangun Waduk Napunggete. Hemat dia, masyarakat sangat mendukung , dan itu dibuktikan dengan kerelaan masyarakat melepas lahan dan tanaman walau belum mendapatkan ganti rugi.

    Informasi yang dihimpun, hingga saat ini ganti rugi belum direalisasikan. Tim Apraisal yang tugasnya menilai kepantasan besarnya biaya ganti rugi belum melaksanakan tugasnya. Hal ini terjadi karena Pemkab Sikka belum melaksanakan kewajiban menyetor uang sebesar Rp 850 juta sebagai pembayaran pelaksanaan dan pemberian hasil pengadaan tanah seluas 161 hektare.

    Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sikka Kardo kepada wartawan, Senin (16/1), mengatakan biaya operasional tersebut dialokasikan dari APBD Sikka sebagaimana perintah Permendagri Nomor 72 Tahun 2012 tentang Biaya Operasional dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.