• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bupati Sikka Singgung Perilaku Guru Cabul
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 17 Januari 2017 | 20:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bupati
    Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menyerahkan kartu tanda anggota PGRI kepada perwakilan guru pada apel peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di Lapangan Umum Kota Baru, Selasa (17/1)

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Heboh guru cabul di SDNI Wutik menjadi sisi lain pada peringatan Hari Guru. Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera pun menyinggung perilaku menyimpang sejumlah guru pada saat memimpin apel bendera peringatan Hari Guru Tingkat Kabupaten, Selasa (17/1).
           

    “Betapa wajah para guru kita akhir-akhir ini ditampar oleh perilaku beberapa oknum guru, yang bukannya menumbuhkembangkan semua potensi yang Tuhan simpan dalam diri peserta didiknya, murid-muridnya, tetapi justeru menghancurkannya dengan perilaku yang sangat tidak teruji,” sentil Yoseph Ansar Rera di hadapan ratusan guru yang mengikuti apel bendera di Lapangan Umum Kota Baru.
           

    Meski meyakini oknum-oknum guru tersebut akan mendapat hukuman sesuai undang-undang yang berlaku, Yoseph Ansar Rera mengatakan tamparan tersebut harus menjadi peringatan keras bagi semua guru, untuk senantiasa setia pada tugas, profesi, dan panggilan sebagai Sang Cahaya, pelita dalam kegelapan.
           

    Untuk mengeliminir kasus-kasus perilaku penyimpangan, Yoseph Ansar Rera mengingatkan kepada guru agar memegang teguh kode etik profesi guru, biar senantiasa digugu dan ditiru, bukan Cuma kalimat-kalimat ajaran, tetapi terutama keteladanan cara hidup.
           

    Seperti diberitakan, baru-baru ini terungkap S, Kepala SDNI Wutik di Kecamatan Koting, mencabuli empat orang anak muridnya. Praktik pencabulan ini sudah dia lakukan sejak 2015 yang lalu. Kasusnya sudah ditangani penyidik pada Polres Sikka, dan diduga kemungkinan korban bertambah. Kini S sudah meringkuk di tahanan Mapolres Sikka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
           

    Sebelumnya, pada Juni 2014 lalu, Kepala SMPN 2 Nita di Nirangkliung dan seorang guru di sekolah itu, terlibat kasus pelecehan seksual pada sejumlah siswi.
           

    Peringatan Hari Guru Nasional di Kabupaten Sikka disatukan dengan peringatan HUT PGRI. Pada kesmpatan itu Yoseph Ansar Rera menyerahkan secara simbolis kartu tanda anggota PGRI kepada dua orang perwakilan guru.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.