• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 20 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    SDN Wairpuat KBM di Gedung Darurat
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 21 Januari 2017 | 12:02 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    SDN
    Siwa SDN Wairpuat mengikuti KBM di gedung darurat

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET – Nasib miris dialami 56 siswa di SDN Wairpuat Desa Hale Kecamatan Mapitara. Mereka terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara darurat, pasca bangunan sekolah diterpa angin puting beliung akhir Desember 2016 lalu. Hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah setempat.

    Para siswa belajar pada bangunan darurat yang terbuat dari belahan bambu. Sekolah darurat itu hanya ditopang dengan sejumlah kayu penyanggah yang diambil dari sisa material bangunan yang diterpa puting beliung. Itu pun hanya bisa dibangun dua ruangan saja. Terpaksa satu rombongan belajar yakni Kelas 2, baru melaksanakan KBM setelah kelas 1 keluar.

    Nasib pendidikan pada sekolah ini makin tidak karuan kalau melihat fasilitas dan sarana prasarana pendukung yang ada di situ. Meja dan kursi hanya terbuat dari be;lahan dan bambu, dan jumlahnya sangat terbatas.

    Lusia Linci, siswa Kelas 3 SDN Wairpuat menuturkan kegelisahannya mengeyam pendidikan di sekolah darurat. Sebagai generasi penerus dan masa depan bangsa, dia mengaku tidak nyaman harus KBM pada sekolah darurat. Dia berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius agar di dan kawan-kawan bisa menikmati KBM layaknya sekolah-sekolah yang lain.

    “Kami merasa tidak nyaman belajar di sekolah darurat seperti ini. Kami harus duduk di kursi dari belahan bambu. Semoga pemerintah bisa bantu sekolah ini, dan melengkapi fasilitas yang lebih layak,” pinta dia.

    Matheus da Gama, Kepala SDN Wairpuat mengaku sudah menyampaikan kondisi prihatin ini kepada pemeritah desa dan pemerontah kecamatan. Namun sampai sekarang belum ada petugas yang melakukan pemantauan atau pun mengindetifikasi kondisi sekolah dan fasilitas pasca diterpa puting beliung.

    “Belum ada yang turun ke sini. Baru adik-adik wartawan saja yang datang ke sini. Terima kasih sudah mau mempublikasikan kondisi kami. Semoga dengan ini pemerintah melalui Dinas PPO bisa segera memberikan perhatian,” ujar Matheus da Gama.

    Meski dalam kondisi yang sangat miris, KBM di sekolah ini berlangsung normal pasca puting beliung. Semangat para guru dan siswa tidak pantang surut walau harus menghadapi realitas seperti itu.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.