• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Menghilang Tiga Hari, Lasarus Ditemukan Tewas Gantung Diri
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 25 Januari 2017 | 14:11 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Menghilang
    Seorang ibu bernama Fatmawati menangis histeris di Ruang Jenasah RSUD TC Hillers setelah suaminya ditemukan tewas gantung diri di pohon sompen di Kelurahan Hewuli Kecamatanm Alok Barat, Rabu (25/1

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Fatmawati, perempuan setengah baya asal Kabupaten Ende itu menangis histeris di Ruang Jenazah RSUD TC Hillers Maumere, Rabu (25/1). Di depannya terbujur kaku Lasarus Bata, sang suami, berusia 52 tahun, yang sudah tiga hari menghilang. Laki-laki ini baru saja ditemukan tewas gantung diri di sebuah kebun di Kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat.
           

    Perempuan yang setiap harinya berjualan sayaur di Pasar Alok ini menuturkan terakhir kali bertemu korban pada Senin (23/1) lalu. Saat itu, pagi-pagi sekali korban datang menemuinya di kontrakan di Jalan Brai Kecamatan Alok Timur. Korban membangunkan Fatmawati, dan mengatakan akan menagih utang pekerjaan dinamo pada seseorang bernama Mundus.

    “Saya tanya ada uang tidak, lalu dia jawab tidak ada. Terus saya kasih dia uang Rp 12.000, untuk sewa ojek. Setelah itu saya tidak pernah ketemu lagi. Tadi pagi baru saya dengar informasi katanya dia ditemukan gantung diri,” cerita Fatmawati.

    Fatmawati, yang diduga adalah isteri kedua korban, mengatakan sampai Senin (23/1) malam dia menunggu suaminya di kontrakan. Karena korban tidak datang juga, pada Selasa (24/1) Fatmawati menyusul korban ke Waidoko. Di Waidoko korban pernah tinggal bersama istri pertamanya. Karena tidak menemukan korban di sana, Fatmawati langsung ke rumah orang tua korban di Desa Tebuk Kecamatan Nita. Hasilnya korban tidak pernah datang ke Tebuk.

    Beberapa teman Fatmawati yang datang melayat di ruang jenazah menceritakan korban adalah lelaki yang pendiam. Dia bekerja serabutan, bisa menjadi tukang, juga bisa membetulkan pekerjaan yang berkaitan dengan listrik. Mereka melihat korban terakhir pada hari Sabtu (21/1) di Pasar Alok.

    “Dia pakai celana pendek, dengan baju kaos berkrah berwarna coklat. Dia duduk diam saja, tidak banyak omong. Tidak lama kemudian dia pergi. Kami kenal korban, karena istrinya (Fatmawati) teman kami berdagang sayur di pasar,” jelas beberapa teman Fatmawati.

    Informasi yang dihimpun, korban memiliki dua isteri, di mana isteri pertama sudah lama merantau ke Kalimantan. Dari isteri pertama, korban memiliki beberapa orang anak. Dua bulan lalu isteri pertama korban datang ke Maumere, tetapi setelah itu kembali lagi ke Kalimantan.

    Fatmawati adalah isteri kedua, yang belum lama ini hidup bersama korban di Jalan Brai. Sebelumnya Fatmawati pernah tinggal bersama korban dan isteri pertama di Waidoko. Setelah isteri pertama ke Kalimantan, korban kemudian hidup serumah dengan Fatmawati.

    Kapolsek Alok Yohanes B. Payong yang dihubungi di Ruang Jenazah RSUD TC Hillers Maumere menjelaskan sekitar pukul 08.00 Wita polisi mendapat laporan dari masyarakat tentang seseorang yang diduga tewas karena gantung diri. Setengah jam kemudian Unit Identifikasi Polres Sikka sudah berada di tempat kejadn perkara.

    Korban ditemukan sudah tewas, tergantung di pohon sompen yang tingginya sekitar 2,30 meter. Pohon sompen ini terletak di dalam kebun milik Stanislaus da Silva yang selama ini digarap oleh Kosmas Bela. Penggarap ini adalah salah seorang keluarga korban.

    Korban mengenakan baju kaos berkrah berwarna coklat, sama seperti yang dilihat beberapa teman Fatmawati pada Sabtu (21/1). Korban mengenakan celana jeans panjang berwarna biru. Menurut seorang pedagang sayur, itulah kali pertama korban mengenakan celana panjang. Di kantong celana sebelah kiri ditemukan uang sebanyak Rp 8000, dan sebuah kain berwarna hitam ditemukan di kantong kanan.

    Dari keterangan yang dihimpun, jelas Yohanes B. Payong, pada Selasa (24/1) malam korban datang menemui Kosmas Bela yang rumahnya tidka terlalu jauh dari TKP. Korban membawa dengan gunting, dan meminta Kosmas Bela menggunting rambutnya. Saat itu korban sempat mencurahkan isi hatinya kepada Kosmas Bela.

    “Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, ini murni gantung diri. Sementara kami sedang mencari keluarga korban untuk membawa pulang jenazah. Memang tidak ada identitas apapun yang kami temukan dari korban, tapi dsari informasi di lapangan ada petunjuk tentang keluarga korban,” terang dia.

    Dokter Samuel Galingging, dokter pada Puskesmas Wolomarang, menjelaskan sudah melakukan visum terhadap korban. Dia juga mengakui tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

    Hingga saat ini belum diketahui motif korban menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri. Dugaan sementara korban sedang dirudung masalah rumah tangga.

    Data yang dihimpun Flobamora.net, selama Januari 2017 ini polisi sudah empat kali mengidentifkasi kasus penemuan mayat. Di awal tahun, penemuan mayat di Kecamatan Waigete, lalu pada Kamis (12/1) penemuan tulang belulang di Desa Hoder Kecamatan Waigete, kemudian seminggu sesudahnya penemuan mayat di Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.