• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 30 November 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Gelombang Pasang Jebol Tanggul Dermaga Feri Kewapante
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 28 Januari 2017 | 12:15 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Gelombang
    Tanggul pembatas dan jalan di Dermaga Feri Kewapante jebol setelah diterjang gelombang pasang setinggi kurang lebih 8 meter, Kamis (26/1

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET– Hujan besar disertai ombak besar sejak Kamis (26/1) petang membuat panik warga masyarakat di Desa Namangkewa Kecamatan Kewapante. Tanggul di dermaga feri pun akhir jebol diterpa gelombang pasang setinggi kurang lebih 8 meter.
           

    Tanggul yang berusia belum sampai satu tahun itu, dibangun untuk membatasi jarak pantai dengan jalan keluar masuk dari dan Dermaga Feri Kewapante. Akibat gelombang pasang, sebagian tanggul jebol, dan berdampak pada rusaknya jalan.

    Seperti disaksikan Flobamora.net di Dermaga Feri Kewapante, Jumat (27/1), hampir setangah badan jalan rusak. Aspal pun tergores keluar, dan kerusakan bisa mencapai  kedalaman kira-kira 2 meter. Gelombang pasang setinggi kurang lebih satu meter masih terus menerjang tanggul pembatas.

    Babinsa Kewapante Yefta Yoel Honi yang ditemui di lokasi mengatakan dia sendiri juga baru mendengar informasi dari beberapa warga. Setelah mendapat informasi dia langsung mengecek ke lapangan dan mendapati kondisi tanggul dan jalan yang sudah rusak.

    Informasi dari masyarakat, jelas dia, gelombang pasang pada Kamis (26/1) malam setinggi kurang lebih 8 meter. Warga masyarakat menggambarkan tinggi gelombang pasang melewati ketinggian dermaga. Malam tu, katanya, warga cukup panik, sehingga beberapa warga yang rumahnya persis dekat pantai langsung mengevakuasi ke rumah keluarga.

    Ruamat Pelang warga Desa Namangkewa mengatakan tanggul dermaga itu sudah sempat retak sejak beberapa minggu yang lalu. Mantan anggota DPRD Sikka itu mengaku sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada instansi terkait. Namun rupanya tidak ada tindak lanjut.


    “Dari tiga minggu lalu sudah retak-retak. Saya sendiri sudah sampaikan informasi kepada instansi terkait. Kalau langsung ditangani mungkin hanya butuh biaya Rp 4-5 juta, tetapi sekarang makin parah dan bisa mencapai ratusan juta untuk perbaiki ini,” terangnya kecewa.


    Sampai saat ini belum ada pihak yang memantau kerusakan tanggul dan jalan di dermaga feri. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Emi Laka bersama Tagana Sikka sempat mendatangi lokasi bencana. Sesuai tugas dan fungsi, mereka lebih memrioritaskan keselamatan warga dari amuk gelombang pasang.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.