• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 28 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Segera Lapor Jika Terdeteksi Ada Kelompok Radikal
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 02 Februari 2017 | 22:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Segera
    Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sikka Romo Ewaldus Seda (kacamata) sedang berbincang=bincang dengan sejumlah tokoh agama di Kabupaten Sikka di Sekretariat FKUB Kabupaten Sikka, Kamis (2/2)

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Kabupaten Sikka merupakan salah satu wilayah di Provinsi NTT yang memiliki tingkat kerukunan beragama cukup tinggi. Meski demikian masyarakat perlu mewaspadai gerakan radikalisme yang intoleran. Jika terdeteksi kelompok seperti ini hidup di Kabupaten Sikka masyarakat diminta segera laporkan ke aparat keamanan.
           

    Persoalan radikalisme ini menjadi diskusi menarik pada dialog lintas agama dengan berbagai kalangan dan profesi di Kabupaten Sikka yang berlangsung di Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kamis (2/2).

     

    Dialog ini difasilitasi Kantor Kementerian Agama di Kabupaten Sikka. Sebanyak empat narasumber yang diundang berbicara pada dialog ini yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka Petrus Fahik, Ketua FKUB Romo Ewaldus Seda, Kasat Intel Polres Sikka Muhammad Puteh Rinaldi, dan Kasi Intelijen Kejari Maumere Firman Simorangkir.
           

    Adalah Pastor Paroki Santo Thomas Morus Romo Laurens Noi yang menyinggung soal radikalisme. Menurut pandangannya, radikalisme bisa saja  tumbuh secara spontan, tapi di lain pihak bisa tumbuh karena sudah mengakar. Dia pun meminta informasi sekiranya ada kelompok-kelompok radikal yang hidup dan bertumbuh di Kabupaten Sikka.
           

    Muhammad Puteh Rinaldi menjelaskan sudah menjadi kewajiban bagi Polres Sikka untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kemanan dan ketertiban di wilayah ini. Sejauh ini, kata dia, belum terdeteksi kelompok-kelompok radikal yang mengancam keurukunan umat beragama termasuk kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.
           

    “Masih normal-normal saja. Tidak ada kelompok radikal di sini, apalagi sampai yang mengancam keutuhan negara,” ujar dia.
           

    Firman Simorangkir yang belum lama bertugas di Kejari Maumere  menyampaikan tugas dan kewajiban kejaksaan dalam rangka ikut memelihara terciptanya hubungan yang harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat. Kejaksaan, katanya, sering melakukan operasi intelijen untuk mengetahui suasana di tengah masyarakat. Biasanya hasil operasi intelijen disampaikan ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung.
           

    “Kami terus memantau dan mengawasi. Masyarakat juga bisa bantu, kalau ada aliran sesat atau kelompok radikal silakan informasikan,” urainya.
           

    Dialog lintas agama ini membicarakan hal-hal umum yang terjadi dalam kehidupan beragama di Kabupaten Sikka. Hadir beberapa perwakilan dari agama Katolik, Protestan, Islam, Hindu dan Budha. Sejumlah tokoh dari beberapa aliran kepercayaan juga ikut hadir pada dialog ini.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.