• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Puluhan Rumah di Waipare Terancam Gelombang Pasang
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 05 Februari 2017 | 08:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Puluhan
    Puluhan rumah di pesisir pantai utara Kabupaten Sikka terancam gelombang pasang dari Laut Flores

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Satu minggu terakhir ini Laut Flores mengamuk. Kondisi ini mengakibatkan gelombang pasang mencapai setinggi kurang lebih 8 meter. Hempasan gelombang pasang tersebut bisa mencapai 50 meter ke daratan. Puluhan rumah di Waipare, Desa Watumilok Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka pun terancam.
           

    Setidaknya ada 4 RT yang terancam gelombang pasang, yakni RT 10, RT 13, RT 14, dan RT 15 di Dusun Waipare A dan Waipare B yang kini teracam gelombang pasang. Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Sabtu (4/2), sudah turun ke lokasi untuk mengambil data dan melakukan tindak lanjut tanggap darurat.
           

    Beberapa penghuni rumah sudah dievakuasi ke rumah-rumah keluarga. Sementara yang lainnya masih nekad bertahan dengan alasan menjaga harta benda kekayaan. Meski taut dan panik, mereka berharap gelombang pasang segera reda.
           

    Seperti pantauan Flobamora.net, bagian dapar rumah Mursidi di RT/RW 10/006 sudah roboh sejak Jumat (3/2) malam. Dapur ini terbuat dari bahan lokal seperti bambu. Letaknya sangat dekat dengan bibir pantai. Gelombang pasang merobohkan dapur, dan merusaki sebagian kamar tidur dan ruang tamu.
           

    Di RT/RW 13/006 rumah milik Amir Jaingkung pun demikian. Bagian dapurnya rusak diterpa gelombang pasang pada Sabtu (4/2) sore. Dapur nelayan ini hanya berjarak kurang lebih 1 meter dari turap pengaman. Sore itu gelombang pasang cukup besar, dan hempasannya melewati turap pengaman yang tingginya kurang lebih 3 meter.
           

    Amir Jaingkung yang ditemui di rumahnya, Sabtu (4/2) sore, menjelaskan gelombang pasang kali ini sudah berlangsung kurang lebih selama satu minggu terakhir. Dia mengaku pasrah dengan kondisi yang dialaminya. Rencananya dia dan keluarga tidak akan evakuasi tapi tetap bertahan menghuni rumahnya.
           

    “Kali ini gelombang psasang cukup besar. Terus terang saya juga sempat takut dan panik. Tapi begitu sudah kondisi kami yang tinggal di pesisir pantai. Saya dan kelurga tetap bertahan, tidak ada rencana evakuasi,” jelas dia.

    Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sikka Farid Ladapase menjelaskan pihaknya menerima informasi ancaman gelombang pasang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sikka. Antara lain dari Nangahale di Kecamatan Talibura, Watumilok di Kecamatan Kangae, Lokaria di Kecamatan Alok Timur, Pemana di Kecamatan Alok, perumahan tradisional Wuring di Kecamatan Alok Barat, sampai ke Ndete di Kecamatan Magepanda.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.