Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Rumah-rumah Panggung di Wuring Terancam Ambruk


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 20 Maret 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Rumah-rumah Panggung di Wuring Terancam Ambruk
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 06 Februari 2017 | 21:16 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Rumah-rumah
    Puluhan rumah panggung di Kampung Wuring kini terancam ambruk menyusul banjir ROB selama satu pekan terakhir

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Kampung Wuring di Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka terkenal dengan rumah-rumah panggung. Banyak yang dibangun di tengah laut, kurang lebih 10-20 meter dari pesisir pantai. Kini rumah-rumah panggung tersebut terancam ambruk menyusul banjir ROB selama sepekan terakhir ini.
           

    Senin (6/2) siang tadi, sebuah keluarga yang rumahnya paling jauh dari deretan rumah panggung, terpaksa evakuasi  ke rumah keluarga. Tiang penyangga rumahnya mulai goyah akibat diterpa banjir ROB.

    Pantauan wartawan Senin (6/2) siang sekitar pukul 14.30 Wita, banjir ROB setinggi 3 meter menghantam tiang penyangga rumah panggung di Kampung Wuring Ujung. Rata-rata tiang penyangga rumah panggung terbuat dari balok atau kayu yang sudah mulai keropos.
             

    Anton Lamong, warga RT/RW 044/009 menjelaskan rata-rata warga di situ merupakan keturunan Bajo, Sulawesi Selatan. Rumah-rumah panggung yang berdiri sudah puluhan tahun lamanya, adalah salah satu karakter dan ciri khas masyarakat Bajo yang sehari-harinya beraktifitas sebagai nelayan.
           

    “Satu minggu terakhir ini, warga di sini cukup panik dengan gelombang pasang yang besar. Semua kuatir tiang penyangga rumah bisa patah dan rumah ambruk. Semoga kondisi ini cepat berlalu,” tutur Anton Lamong, yang rumahnya juga berdiri di tengah laut.
           

    Meski banjir ROB sering mengancam kehidupan, mereka tetap bertahan secara tradisional seperti itu.  Belum ada satu pun keluarga yang mengevakuasi ke rumah lain yang lebih aman. Sepertinya, mereka sudah terbiasa dengan ancaman banjir ROB.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.