• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kecamatan Mego Terancam Kelaparan
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 11 Februari 2017 | 20:35 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kecamatan
    Salah satu rumah di Kecamatan Mego yang rusak akibat diterpa angin kencang pada Selasa (7/2) lalu

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Bencana angin kencang yang melanda Kabupaten Sikka pada Selasa (7/2) merata di 21 kecamatan. Data sementara, yang terparah terjadi di Kecamatan Mego. Diprediksi masyarakat di wilayah ini bisa terancam kelaparan karena banyak jenis tanaman yang ikut rusak.
           

    Data yang dihimpun dari Camat Mego Verdinando Lepe, menyebutkan bencana angin kencang itu terjadi di 10 desa. Sejumlah tanaman milik masyarakat seperti kemiri, mente, kakao, pisang jagung, kelapa, dan padi rusak diterpa angin kencang. Desa Korobhera adalah salah satu desa yang terparah.

    Sebanyak 712 pohon kemiri tumbang, paling banyak 200 pohon di Desa Korobhera. Terus terdapat 356 mente tumbang, paling banyak 300 pohon di Desa Korobhera. Lalu 2.908 pohon kakao tumbang, paling banyak 2.500 pohon di Desa Korobhera.

    Seterusnya 5.493 rumpun pisang ikut roboh, paling banyak 3.000 rumpun pohon di Desa Korobhera. Kemudian 32,2 hektare jagung rata tanah, paling banyak 11 hektare di Desa Dobo Nuapuu. Lalu 83 pohon kelapa tumbang, paling banyak 40 pohon di Desa Korobhera.

    Lalu terdata 18 hektare padi/sawah/ladang rata tanah, paling banyak 11 hektare di Wolodhesa. Dan ada juga lumbung pada di Desa Dobo Nuapuu ikut tumbang.

    Data lain menyebutkan kerusakan juga terjadi pada bangunan berupa rumah, dapur, gereja, kapela, kios, tiang listrik, dan puskesmas. Tercatat 257 rumah mengalami kerusakan, paling banyak 52 rumah di Desa Napugera. Lalu 206 dapur rusak, terbanyak 95 dapur di Desa Dobo Nuapuu.

    Ikut rusak 1 gereja di Desa Wolodhesa dan 2 kapela di Desa Gera. Sebanyak 13 kios rusak, paling banyak 5 buah di Desa Dobo. Ada 5 tiang listrik di Desa Korobhera yang patah. Puskesmas Feondari di Desa Wolodhesa juga terkena bencana.

    Anehnya data kerusakan yang parah ini belum terinput di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka. Pada instansi teknis ini hanya didata 5 KK (kepala keluarga) dengan jumlah 17 jiwa. Tidak ada rumah yang rusak, begitu pun tidka ada fasilitas umum yang rusak.

    Verdinando Lepe yang dihubungi per telepon, Sabtu (11/2) siang, cukup kaget ketika mengetahui data kerusakan akibat bencana belum diterima oleh BPBD Sikka. Padahal, laporan atas data tersebut sudah dia tandatangani. Dia pun meminta wartawan bersabar, karena harus mengonfirmasi kembali ke Sekretaris Kecamatan Mego Fery Awales.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.