Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Duh! Tangani Bencana, BPBD Sikka Berutang


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 24 April 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Duh! Tangani Bencana, BPBD Sikka Berutang
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 11 Februari 2017 | 20:42 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Duh!
    Kepala BPBD Sikka Muhamad Daeng Bakir

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Pernyataan Kabupaten Sikka sebagai darurat bencana ternyata tidak diikuti dengan kesiapan teknis di lapangan. Sangat tragis,

     

    Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka tidak memiliki dana cadangan untuk bencana. Akibatnya, instansi teknis ini terpaksa berutang ke pihak ketiga, dan kini sudah menumpuk sebanyak Rp 160 juta.
           

    Kepala BPBD Sikka Muhamad Daeng Bakir di Kantor BPBD Sikka, Sabtu (11/2), menjelaskan utang sebanyak itu berlangsung dari akhir Desember 2016 sampai dengan sekarang. Hal ini dilakukan sebagai penyiasan agar penyaluran bantuan tanggap darurat kepada korban bencana tetap bisa dilaksanakan.
           

    “Stok uang kosong. Kami terpaksa utang, kebetulan ada mitra kerja kami, seorang pengusaha, yang bersedia memberikan pinjaman tanpa bunga. Nanti kalau sudah keluar dana cadangan pemerintah kami segera kembalikan,” jelas dia.
           

    Dia mengatakan pinjaman dari pihak ketiga sebagian besar dalam bentuk fisik barang, yang kemudian disalurkan kepada korban bencana sebagai bantuan tanggap darurat.

     

    Barang-barang yang dipenuhi oleh pihak ketiga seperti makanan siap saji, terpal, familykid, kopi, gula, tikar, selimut, dan sarimie. Sedangkan pinjaman dalam bentuk fisik uang, dimanfaatkan untuk operasional petugas dan kendaraan BPBD saat penyaluran bantuan.
           

    Barang bantuan tanggap darurat sudah disalurkan kepada 196 KK (kepala keluarga) yang tersebar di Kecamatan Mapitara, Waigete, Kangae, Magepanda, Tanawawo, Alok Barat, dan Lela.

    Daeng Bakir mengatakan pihaknya sudah mengusulkan dana sebesar Rp 500 juta dari alokasi dana tak terduga sebesar Rp 4 miliar. Dana tak terduga ini ada pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sikka. Menurut informasi, usulan dana ini sudah disetujui, dan sementara masih dalam proses pencairan.

    Dana Rp 500 juta ini, lanjutnya, akan dimanfaatkan sebagai dana tanggap darurat untuk status keadaan bencana yang meliputi Kecamatan Mapitara, Waigete, Kangae, Lela, Tanawawo, Paga, dan Magepanda. Masa tanggap darurat selama 40 hari terhitung 20 Desember 2016 sampai 28 Januari 2017.

    BPBD Sikka juga mengusulkan dana Rp 800 juta dari alokasi yang sama untuk perbaikan Irigasi Kolisoro di Kecamatan Mgepanda dan Irigasi Korowuwu di Kecamatan Lela. Khusus untuk dana ini, tambahnya, belum mendapat persetujuan dari BPKAD Sikka.

    Dia menambahkan, menindaklanjuti hujan, angin kencang, banjir, longsor dan abrasi yang melanda 21 kecamatan, Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera telah mengeluarkan status keadaan bencana. Masa tanggap darurat penanganan bencana ditetapkan 30 hari sejak 30 Januari 2017 sampai 28 Februari 2017.

    Untuk masa tanggap darurat di tahapan ini, BPBD belum bisa memproyeksikan kebutuhan dana yang akan diusulkan dari dana tak terduga. Pihaknya masih merakapitulasi semua laporan dan informasi tentang keadaan bencana di semua wilayah.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.