• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 28 Maret 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pembangunan Bendungan Rotiklot Baru 32 Persen
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 14 Februari 2017 | 14:49 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pembangunan
    Presiden Joko Widodo saat melakukan groundbreaking Bendungan Rotiklot, Kabupaten Belu 28 Desember 2015

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Meski tergolong baru saja dimulai pembangunannya, Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur (NTT) rupanya terus menunjukkan perkembangan yang baik.

     

    Kepala Satuan Kerja Bendungan, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Marthen Tela mengatakan progres pembangunan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu melambat akibat cuaca buruk akhir-akhir ini.
       

    "Pembangunan Rotiklot dari yang direncanakan 36 % sekarang baru mencapai 32 %," katanya saat dihubungi di Kupang, Selasa (14/2).
       

    Ia mengatakan, terjadi deviasi atau perlambatan pembangunan Rotiklot mencapai empat persen tersebut diakibatkan kondisi cuaca buruk yang terjadi di lokasi pembangunan akhir-akhir ini.
       

    "Kalau cuaca sudah membaik maka kita akan mulai lagi dengan timbunan inti," katanya.
       

    Sementara itu, lanjutnya, pekerjaan beton, spillway (lubang penampung), jalan masuk tetap berjalan meskipun kondisi cuaca belum kembali normal.
       

    Kondisi cuaca buruk, lanjutnya, sebelumnya juga sempat menghambat pembangunan proses pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang.
       

    Dia menejelaskan, namun progres Bendungan Raknamo berjalan lebih cepat dan saat ini sudah mencapai sekitar 87 persen.
       

    "Kita bisa kejar untuk lebih cepat diselesaikan tahun ini sehingga di akhir 2017 kita bisa tutup untuk mulai menampung air," katanya.

     

    Bendungan Rotiklot terhubung dengan sungai Mota Rotiklot yang memiliki panjang 6,41 km. Bendungan mampu menampung 2,9 juta meter kubik air dengan luas daerah genangan 24,91 ha dan usia guna waduk selama 50 tahun.


    Dari bendungan akan dihasilkan suplai air baku untuk masyarakat dan pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter per detik. Ini juga sekaligus menjadi penyedia air untuk padi seluas 139 hektar dan palawija 500 hektar.


    Manfaat lainnya akan dinikmati masyarakat setempat adalah ketersediaan listrik sebesar 0,15 mega watt dan pengendalian banjir di wilayah Ainiba. Masyarakat juga bisa menjadikan bendungan sebagai objek pariwisata.


    Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan adalah Rp 450 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak 2015-2018. Kontraktor pelaksana adalah PT Nindya Karya dengan jangka waktu pelaksanaan 37 bulan atau pada 2018.


    "Waktu pelaksanaan pembangunan Bendungan Rotiklot diperkirakan selama 37 bulan. Target 2018 bisa terbangun dan beroperasi," pungkas dia.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.