• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Rencana Besar Jokowi untuk NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Sabtu, 25 Februari 2017 | 08:22 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Rencana
    Gubernur Frans Lebu Raya bersama Sekda FransSalem serta beberapa pimpinan OPD seusai menghadiri rapat terbatas kabinet. Foto : Zakarias Moruk

     

    NTT kembali menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lambannya pertumbuhan dan kemajuan daerah yang berbatasan denngan Timor Lste dan Australia, membuat pemerintah pusat harus turun tangan guna mempercepat akselerasi pembangunan.

     

    Kamis 16 Februari 2017 menjadi momentum penting bagi arah pembangunan NTT. Adalah Presiden Joko Widodo yang menggagas rapat terbatas  (Ratas) membahas program prioritas bagi pembangunan NTT.

     

    Hadir pada kesempataan itu antara lain Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

     

    Selain menteri terkait, Ratas tersebut juga dihadiri Gubernur Frans Lebu Raya, Sekada Fransiskus Salem, Kepala Bappeda,  Wayan Darmawa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Andre W.Koreh serta Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marius Ardu Jelamu.

     

    Presiden Jokowi pada kesempatan itu menekankan peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat di Nusa Tenggara Timur (NTT).


    "Jika dilihat dari sisi produksi 30 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) NTT berasal dari pertanian dan perikanan, artinya peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan menjadi kunci kesejahteraan rakyat NTT," kata Presiden Jokwi.


    Presiden ingin menekankan, Indonesia dari Sabang sampai Merauke harus tumbuh merata. Untuk itu, momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia bagian Timur, termasuk di NTT harus terus dijaga.


    Menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi NTT pada periode 2014 sampai 2016 selalu di atas pertumbuhan nasional. Pada 2016 NTT tumbuh 5,18 persen, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.


    "Jadi ada tren bahwa NTT mulai mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lainnya. Namun itu belum cukup, kita perlu kerja lebih keras lagi terutama untuk pengentasan kemiskinan, menurunkan tingkat ketimpangan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan," tambah Presiden.


    Presiden pun meminta tiga hal dilakukan oleh gubernur NTT beserta jajarannya didukung kementerian dan lembaga terkait.


    "Pertama, saya minta penyiapan insfrastruktur pertanian dan kelautan menjadi prioritas mulai dari pembangunan bendungan, embung sampai pelabuhan, pembangunan waduk dan bendungan serta saluran irigasi di NTT," tutur Presiden.


    Pembangunan infrastruktur tersebut, menurut Presiden, merupakan suatu keharusan yang tidak boleh ditunda-tunda lagi karena bendungan dan infrakstruktur lainnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat seperti air bersih, pengairan lahan pertanian dan perkebunan hingga pembangkit lisrik.


    "Kedua, wilayah NTT adalah beranda terdepan Indonesia langsung berhadapan dengan negara-negara tetangga. Selain memperbaiki Pos Lintas Batas Negara saya juga minta pembangunan wilayah-wilayah perbatasan juga diperhatikan termasuk infrastruktur transportasi serta upaya-upaya lain yang menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan warga," jelas Presiden.


    Presiden pun sudah meresmikan pengoperasian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Montaain di NTT, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, pada 27 Desember 2016.


    "Terakhir NTT juga perlu mengembangkan lagi potensi yang cukup kaya di sektor pariwisata yaitu di Labuan Bajo, Pulau Komodo, Danau Kelimutu, dan yang lain," kata Presiden.


    Presiden Jokowi menambahkan, "Untuk mendukung sektor pariwisata diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang seperti aspek transportasi yang mudah baik bandara, jalan, jembatan dan pelabuhan. Selain itu diperlukan penyiapan dari sektor promosi, penyiapan sisi SDM yang handal dan menyiapkan masyarakat secara budaya."


    Intinya, menurut Presiden Jokowi, pengembangan sektor pariwisata itu harus memberikan dampak nyata pada bergeraknya sektor Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) di Nusa Tenggara Timur.


    Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang ditetapkan pada 8 Januari 2016, ada 10 proyek strategis nasional di Nusa Tenggara Timur.


    Proyek-proyek itu adalah (1) revitalisasi bandara Labuan Bajo, Komodo; (2) Pengembangan Pelabuhan Kupang; (3) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan Sarana Penunjang Motaain, Kabupaten Belu; (4) PLBN dan sarana penunjang Motamassin kabupaten Malaka; (5) PLBN dan sarana penunjang Wini kabupaten Timor Tengah Utara.


    Kemudian (6) Bendungan Raknamo; (7) Bendungan Rotiklod; (8) Bendungan Kolhua; (9) Bendungan Mbay; serta (10) Percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN)

     

    Potensi Pariwisata

    Presiden  Jokowi menilai, NTT kaya akan potensi pariwisata, akan tetapi belum dikelola maksimal.


    Dalam rapat terbatas membahas evaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas di NTT, Presiden menyebut sejumlah destinasi pariwisata yang masih belum digarap dengan baik.

     

    "NTT juga perlu mengembangkan lagi potensi yang cukup kaya di sektor pariwisata, yaitu di Labuan Bajo, Pulau Komodo, Danau Kelimutu, dan lain-lain," ujar Jokowi.

    Presiden menyoroti sejumlah hal yang harus didorong lagi demi memaksimalkan potensi pariwisata. Pertama, yang harus diperhatikan adalah persoalan infrastruktur.

    "Diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang, misalnya akses transportasi yang mudah, baik bandara, jalan, jembatan dan pelabuhan," ujar Jokowi.


    Kedua, masyarakat NTT, khususnya di sekitar lokasi pariwisata harus benar-benar disiapkan. Sejumlah kesiapan itu mecakup cara berkomunikasi dengan tamu, produk kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan hingga kesiapan usaha kecil, mikro dan menengah.


    Presiden secara khusus meminta pengembangan di sektor pariwisata NTT harus memiliki dampak nyata dalam hal menggeliatnya sektor UMKM di NTT.
    Terakhir, selain itu diperlukan penyiapan dari sisi promosi. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.