• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Cara Pemkab TTU Perangi Kemiskinan
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 26 Februari 2017 | 11:05 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Cara
    ere Bupati TTU Raymundus Fernandes (baju merah) sedang meninjau tambak ikan air tawar di Kelurahan Bitefa, Kecamatan Miomafo Timur, TTU, Jumat (4/10/2013)

     

    Program Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani)  yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dibawah pimpinan Raymundus Sau Fernandez-Aloysius Kobes (Dubes), akan membawa petani di daerah itu mendapat dana pensiun. Program itu juga akan mengurangi angka kemiskinan dari tahun ke tahun di Kabupaten TTU.

     

    Program Sari Tani dan Padat Karya Pangan (PKP) merupakan perpaduan dua program monumental yang selalu dikenang oleh masyarakat sasaran penerima program tersebut. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan diberi kepercayaan untuk secara berkelompok mengelolah dana yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 300 juta per desa untuk meningkatkan ekonomi melalui berbagai ekonomi produktif.

     

    Pada awal masa kepemimpinan Bupati Raymundus Sau Fernandez dan Wakil Bupati Aloysius Kobes di akhir tahun 2010, jumlah keluarga miskin di Kabupaten TTU sebesar 65,62 persen atau 31.375 kepala keluarga (KK) miskin. Hal tersebut berarti sebagian penduduk di Kabupaten TTU berada pada kategori miskin. Kondisi itu diakibatkan oleh kurang tersedianya lapangan kerja yang dapat memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakat.

     

    Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes menjelaskan tingginya angka kemiskinan tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2011-2015 dan 2015-2020 menempatkan kemiskinan sebagai salah satu isu strategis yangmembutuhkan penanganan secara tepat.

     

    Pada tahun 2010 angka kemiskinan di TTU mencapai 65,62 persen dan pada tahun 2014 sudah menurun menjadi 34,10 persen.Kemudian tahun 2016 angka kemiskinan turun menjadi 22,18 persen. Dia juga optimis hingga tahun 2021 dimasa kepemimpinannya angka kemiskinan dibawah 10 persen.


    "Saya berharap dengan adanya program ini maka angka kemiskinan turun setiap tahun sehingga targetnya di tahun 2021 sudah di bawah 10 persen. Diharapkan angka kemiskinan turun setiap tahun sehingga ditergetkan tahun 2021 sudah di bawah 10 persen," kata Ray di Kupang, Sabtu (25/2).

     

    Dengan program Sari Tani, pemerintah telah memposisikan kembali hak-hak politik rakyat sebagai pemangku kedaulatan tertinggi. Rakyat tidak lagi diberikan sisa-sisa dari anggaran pembangunan, tetapi diberi mandat penuh untuk mengelolah anggaran sendiri.

     

    “Kami belajar dari pengalaman dari waktu ke waktu dan dari periode ke periode kepemimpinan di TTU, keluhannya sama yakni masyarakat kesulitan akses untuk mendapatkan modal usaha. Kalau masyarakat diarahkan ke bank maka yang diminta adalah agunan atau jaminan," ujarnya.

     

    Padat Karya Pangan (PKP) dan Sari Tani adalah jabaran dari sebuah gerakan cinta petani dan petani itu harus bekerja dengan lahan yang terukur dan komoditas yang ditanam harus berkualitas sehingga tidak hanya mencukupi kebutuhan makan untuk setahun saja. Selain itu, harus berpikir juga untuk cadangan masa tua.

     

    Tidak hanya itu, program beras keluarga miskin (Raskin) yang bertendensi meninabobokan rakyat juga di konversi dengan pola PKP dengan ukuran lahan 25 are setiap KK dan setiap tahunnya menambah 25 are kemudian masyarakat mendapatkan beras secara gratis.

     

    Anggaran untuk khusus beras itu masuk dalam APBD Kabupaten TTU mulai dari tahun 2011 hingga kini. Pemerintah menyiapkan modalnya dilembaga keuangan perbankan yang tentunya masyarakat petani akses untuk mendapatkan modal itu menjadi terbatas.

     

    "Dengan demikian maka saya berpikir untuk semakin mendekatkan anggaran untuk dikelola oleh masyarakat demi kesejahteraan mereka mulai dari sekarang sampai masa tua," katanya.

     

    Dia menjelaskan, pada periode kedua ini, Pemerintah Kabupaten TTU mengalokasikan anggaran Rp80 miliar dari APBD untuk membangun 30.046 rumah layak huni bagi masyarakat pada 2017-2021. Dana pembangunan rumah itu akan ditrasfer langsung ke rekening penerima bantuan rumah.

     

    Bupati TTU dua periode itu mengatakan pembangunan ribuan rumah itu akan dimulai pada tahun 2017 dan dilakukan bulan April-Mei setiap tahun sampai 2021. Ditargetkan 5000 rumah dibangun setiap tahun sehingga sampai tahun 2021 bisa mencapai target sesuai dengan jumlah yang terverifikasi di lapangan. Pembangunan rumah itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah yang layak untuk dihuni sekaligus mengurangi angka kemisikinan di TTU.

     

    Ketua Kelompok Tani Kasih Ibu di Desa Oenenu Utara, Kecamatan Bikomi Tengah, Yosep Abi yang adalah penerima bantuan Sari Tani mengatakan sangat terbantu oleh program kerja yang dicanangkan  Raymundus Sau Fernandez dan Aloysius Kobes. Mereka berharap program itu dilanjutkan pada periode yang ke dua.

     

    Menurut Yosep, melalui program Sari Tani itu masyarakat bisa memulai usahanya dengan dana awal yang diperolehnya dan dikembalikan tanpa bunga. Dengan adanya dana tersebut usaha paronisasi sapi yang ditekuni masyarakat berjalan dengan baik dan membantu ekonomi keluarga juga urusan pendidikan anak-anaknya.

     

    "Kami berharap program Sari Tani dapat terus berjalan karena merupakan satu program yang cinta akan rakyat," katanya.

     

    Sementara itu, salah satu petani sayur, Agus Naob dari kelompok Melati mengemukakan dengan adanya program yang digulirkan, pendapatannya sangat meningkat. Bahkan saat ini ia terus memperluas lahan garapan dan menambah bibitnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.