• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Air Bersih di Parumaan, Warga Ingin Gratis, Bupati Perintahkan Bayar Iuran
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 05 Maret 2017 | 12:53 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Air
    Sejumlah ibu rumah tangga, warga Dusun Parumaan B Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur di sela-sela peresmian pemanfaatan air bersih di desa tersebut, Sabtu (4/3)

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET –Masyarakat Desa Parumaan di Kecamatan Alok Timur menyambut gembira hadirnya air bersih di daerah itu. Mereka pun ingin mendapatkan air bersih secara gratis. Sementara Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera perintahkan agar diberlakukan iuran per bulan.
           

    Suhuria, Erni, dan Cici, tiga di antara 802 orang warga Dusun Parumaan B Desa Parumaan yang ditemui di sela-sela peresmian pemanfaatan jaringan air bersih di Desa Parumaan, Sabtu (4/3), mengaku bahagia mereka sudah bisa menikmati air bersih yang diambil dari wilayah desa sendiri. Selama ini, sudah bertahun-tahun, biasanya mereka mengambil air bersih dari Desa Kojagete atau Kojadoi.
           

    Terhadap ketersediaan air bersih yang melayani 603 KK (kepala keluarga) atau 2.053 jiwa di desa itu, warga menginginkan agar pelayanan dilakukan secara gratis atau tanpa biaya. Dengan itu mereka bisa memrioritaskan kebutuhan-kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan.
           

    “Kami minta kebijakan pemerintah supaya air bersih ini gratis, jangan ada bayaran. Kasihan kami di sini hidup susah, pendidikan makin mahal, apalagi kesehatan, tolong bupati jangan suruh kami bayar lagi air bersih,” ujar Suhuria diamini Erni dan Cici.
           

    Ansar Rera saat tatap muka dengan warga Desa Parumaan, meminta agar masyarakat merawat jaringan perpipaan air bersih yang masuk ke Parumaan. Dia pun menyarankan agar badan usaha milik desa (BUMD) diberi peran sebagai pengelola.
           

    Untuk perawatan dan pengelolaan, maka mau tidak mau, katanya, masyarakat harus membayar iuran atas pelayanan air bersih. Berapa besarnya iuran, dia menyerahkan kepada kebijakan pemerintahan desa setempat. Iuran air bersih, hematnya, harus diatur dalam peraturan desa (Perdes) sehingga mengikat dan wajib bagi seluruh masyarakat di desa itu.
           

     “Harus ada iuran per bulan yang diatur lewa Perdes. Nanti iuran itu masuk ke dalam kas desa, sehingga bisa diatur pemanfaatannya seperti perawatan, termasuk iuran untuk penjaga mata air,” urainya.

    Air bersih yang masuk ke Parumaan ini melalui proyek Pembangunan Jaringan Air Bersih/Air Minum Kojagete Parumaan. Proyek ini menghabiskan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1.161.924, yang dikerjakan oleh CV Fajar dengan Direktur Greg Wangge.

    Kini di Parumaan sudah terdapat 45 kran air yang bisa melayani kurang lebih 2.053 jiwa di tiga dusun yakni Dusun Parumaan A, Dusun Parumaan B, dan Dusun Parumaan C.

     

    Setiap 9-10 rumah terdapat satu kran air sehingga memudahkan pelayanan air bersih kepada warga masyarakat di situ. Sudah satu bulan ini warga Parumaan menikmati air bersih dari proyek tersebut.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.