• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 06 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Penjabat Bupati Malaka Terancam Tindak Pidana Korupsi
    SIRIAKUS | Kamis, 06 Maret 2014 | 12:00 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Penjabat
    AKP Levi Defriansyah

     

     
    Betun, Flobamora.net – Penjabat Bupati Malaka, Nusa Tenggara (NTT), Herman Nai Ulu belum setahun menjabat sudah ketiban sial. Saat ini, Herman terancam serius tindak pidana korupsi gara-gara pembelian mobil dinas jabatan.
     
    Sebetulnya Herman berniat suci membeli mobil itu. Niat itu muncul setelah menerima dana hibah Rp 6 miliar dari Pemprov NTT dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu. Niat Herman diwujudkannya dengan membeli mobil dinas dimaksud seharga Rp 1 miliar.

    Tetapi, penggunaan dana sebesar itu justru tidak melalui tender sebagaimana prosedur yang berlaku. Sudah begitu, Herman diduga mencoba bermain dengan mempermainkan stafnya. Mobil sudah ada barulah dibentuk panitia tender. Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Petrus Bria yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Malaka.
     
    Pembelian mobil inprosedural itu kemudian tersebar luas kemana-mana dari mulut ke mulut. Pihak berwewenang seperti Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Belu dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bereaksi. Panitia tender diperiksa. Ketua PPK Petrus Bria diselidiki.

    Dari penyelidikan tim BPK  dan Tipikor Polres Belu terungkap, panitia tender dibentuk setelah mobil dibeli. Komitmennya juga dibuat berlaku surut. Bahkan, Petrus Bria selaku ketua PPK diduga menolak menandatangani komitmen yang dibuat panitia tender.

    "Dia tidak mau jadi pahlawan kesiangan untuk hal yang salah. Sikap Petrus itu disebut-sebut disampaikan secara jujur saat pemeriksaan tim BPK dan Tipikor Polres Belu, beberapa waktu lalu," sebuah sumber.
     
    Kasat Reskrim Polres Belu AKP Levi Defriansyah yang ditemui di Mapolres Belu, belum lama ini, mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket). Pulbaket yang terkumpul dijadikan bukti awal untuk melakukan penyelidikan.  

    Informasi lepas yang diperoleh menyebutkan, mobil dinas Malaka-1 ini dibeli bersama-sama dengan satu unit mobil dinas operasional Sekretariat Kabupaten (Setkab) Malaka.

    Sejak muncul dugaan penyalahgunaan keuangan negara yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan pihak BPK dan Tipikor Polres Belu, Penjabat Bupati Malaka Herman Nai Ulu tidak menggunakan lagi mobil dinas itu. Dia lebih memilih menggunakan mobil dinas jabatan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) ProVinsi NTT.***  

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.