• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Terbukti Korupsi, PNS Dispenda Rote Ndao Dibui 2, 6 Tahun
    REDEMPTUS L | Rabu, 08 Maret 2017 | 13:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Terbukti
    ilustrasi korupsi

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET -   Kris Adu Pegawai Negeri Sipil (PNS),Selasa (7/3)  divonis 2,6 tahun penjara oleh majelis hakim  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang,  terkait korupsi dana intensif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2014 lalu senilai Rp 3.296.220.727.

     

    Dalam amar putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang  yang dipimpin Muhamad Soleh hmenyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

     

    Dalam sidang dengan agenda mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, Adu didampingi kuasa hukumnya, Luis Balun. Turut hadir JPU Kejari Kabupaten Rote Ndao, Frangky Radja, Yanuar Dwi Nugroho dan Alexander Sele.

     

    Menurut hakim, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

     

    "Setelah memeriksa saksi-saksi dan mendengarkan keterangan ahli serta ahli, terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi sehingga divonis selama 2, 6 tahun penjara, " kata Hakim Pengadilan Tipikor Kupang.

     

    Selain pidana badan selama 2, 6 tahun penjara, lanjut hakim Pengadilan Tipikor Kupang, terdakwa diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta. Dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar denda tersebut setelah putusan hakim berkekuatab hukum tetap maka akan diganti dengan 4 bulan kurungan.

     

    Majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang menambahkan, selain pidana badan dan denda, terdakwa Kris Adu diwajibkan untuk membayar uang pengganti (up) kerugian negara sebesar Rp 500.706.645.81. Ditegaskan hakim, jika terdakwa tidak membayar UP itu satu bulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap maka seluruh harta terdakwa akan disita untuk dilelang. Namun, jika tidak juga mencukupi UP itu maka akan diganti dengan 2  kurungan. 

     

    Usai membacakan putusan, majelis hakim Mumahad Soleh mengatakan jika merasa tidak puas dengan putusan itu, maka terdakwa dan JPU Kejari Kabupaten Rote Ndao, boleh mengajukan atau mengambil langkah hukum lainnya seperti mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Kupang.

     

    JPU Kejari Rote Ndao, Yanuar Dwi Nugroho menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang. Hal yang sama dinyatakan Luis Balun kuasa hukum terdakwa yakni menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim Pengadilan Tipikor Kupang.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.