• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 01 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Robi Idong Diprediksi Sulit Tembus Hegemoni Parpol
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 09 Maret 2017 | 06:50 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Robi
    Robi Idong (keempat dari kanan) salah satu bakal calon Bupati Sikka yang sementara digadang-gadang oleh PKB Sikka

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Langkah taktis Fransiskus Roberto Diego alias Robi Idong yang berniat menjadi Bupati Sikka mendapat respons positif dari banyak kalangan. Meski demikian, Camat Nele ini diprediksi bakal tersandung secara politis karena dia akan kesulitan menembus hegemoni partai-partai politik di Kabupaten Sikka.
           

    Pandangan ini dikedepankan sejumlah politisi yang juga adalah pengurus pada beberapa partai politik di Kabupaten Sikka yang ditemui terpisah di Maumere, Rabu (8/3). Sayangnya, mereka meminta agar identitas mereka tidak disebutkan dengan alasan menjaga etika dan fatsun partai politik masing-masing.
           

    Alasan yang paling mendasar yakni suksesi kepemimpinan adalah perhelatan bagi partai-partai politik. Dan karena itu, partai politik akan lebih mengedepankan kader partai untuk merebut kekuasaan tertinggi di tingkat eksekutif. Sebagai seorang birokrat yang tidak berafiliasi kepada partai politik, peluang Robi Idong dinilai sangat kecil.
           

    Salah seorang narsumber memberikan contoh beberapa nama yang sementara ini sedang diperbincangkan bakal diusung sebagai calon bupati. Sebagai misal, Ketua Partai Nasdem Yoseph Ansar Rera, Ketua PDI Perjuangan Alexander Longginus, Ketua Partai Golkar Rafael Raga, Ketua Partai Demokrat Felix Wodon, kader Partai Demokrat Agustinus Romualdus Heni,  kader Partai Gerindra Paolus Nong Susar dan Stefanus Say, serta kader PKP Indonesia Oswaldus dan Simon Subandi.
           

    “Partai politik mau tidak mau, suka tidak suka, akan prioritaskan kader partai. Dari sisi politis, kasarnya, biar kalah sekali pun tidak jadi masalah, asalkan yang maju sebagai bupati adalah kader partai,” ujar dia.
           

    Saat ini Robi Idong sedang bergandeng langkah dengan PKB Sikka, di mana mendapat restu langsung dari Yoseph Karmianto Eri selaku ketua partai. Menurut narasumber yang lain, langkah politik ini sah-sah saja, meski tidak gampang dari kalkulasi politik.
           

    Ia beralasan, PKB baru memiliki modal dua kursi di DPRD Sikka. Dan itu artinya PKB bersama Robi Idong harus mencari tambahan lima kursi untuk memenuhi persyaratan pencalonan. Mencari lima kursi untuk membentuk koalisi parpol dengan memposisikan Robi Idong sebagai calon bupati, kata dia, adalah sesuatu yang tidak mudah.
           

    “Partai politik yang memiliki lebih dari dua kursi di DPRD Sikka, akan sulit berkoalisi. Argumentasinya sederhana, ah kami punya kursi lebih dari dua, masa hanya di posisi wakil bupati saja. Jadi hanya bisa berkoalisi dengan partai yang punya satu kursi, dan itu artinya bakal tidak memenuhi persyaratan pencalonan,” terang narasumber ini.
           

    Selain itu, ada alasan yang juga sangat politis yakni menyangkut citra partai politik. Selama ini sudah sangat terbuka di tengah masyarakat bahwa Robi Idong bakal diusung PKB. Kondisi ini cukup menghambat komunikasi politik antara PKB dengan partai politik lain, terutama yang memiliki lebih dari dua kursi di DPRD Sikka. Partai politik dengan kategori ini cenderung lebih menjaga citra partai.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.