• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 04 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Petani di NTT Serukan Deklarasi Jiro Jaro
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 11 Maret 2017 | 11:01 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Petani
    Petani peserta Workshop People Led Development In Nusa Tenggara Timur-Indonesia, mendeklarasikan tekad dan niat mereka sebagai petani dan pemimpin desa, berlangsung di Desa Bhera Kecamatan Mego, Kamis (9/3)

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Kurang lebih 30 orang petani dan sejumlah staf pada berbagai wadah petani di Provinsi NTT menyerukan Deklarasi Jiro Jaro Petani dan Pemimpin Desa, Kamis (9/3). Nama Jiro Jaro dilekatkan karena deklarasi tersebut dikumandangkan pada Pusat Sekolah Lapangan (Puskolap) Jiro Jaro di Dusun Tana Li Desa Bhera Kecamatan Mego Kabupten Sikka.
             

    Deklarasi Jiro Jaro sebagai kelanjutan dari Workshop People Led Development In Nusa Tenggara Timur-Indonesia. Workshop tersebut digelar Wahana Tani Mandiri (WTM) dan Massipag Filipina, bekerjasama dengan Miserior Jerman, Sabtu-Kamis (4-9/3).
           

    Lembaga-lembaga mitra Miserior yang terlibat pada deklarasi yakni Yayasan Tana Nua (YTN) Flores, YTN Timor, Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) Manggarai Barat, Yayasan Pengembangan Kemanusiaan (YPK) Donders Sumba Barat Daya, dan WTM.
           

    Program Manajer WTM Herry Naif dalam keterangan pers menyebutkan setidaknya ada empat poin penting pada deklarasi ini. Pertama, mampu membangun gerakan di komunitas, mengembangkan pertanian berkelanjutan dan konservasi sumber daya alam. Kedua, mampu menjadi agen perubahan untuk membangun kemandirian komunitas. Ketiga, memiliki nilai-nilai dan prinsip kearifan lokal serta kemandirian untuk mendorong dan mensejahterakan masyarakat petani. Keempat, menjadi pemimpin desa yang siap melayani masyarakat dan memfasilitasi dalam pembuatan peraturan desa pertanian organik secara transparan dan akuntabel.
           

    Para petani yang ikut terlibat pada deklarasi berjanji akan memegang teguh nilai kejujuran, tebuka, adil, bijaksana, tegas, bersosial, beradab, sopan santun, disiplin, serta memiliki prinsip yang demokratis, akuntabilitas, pasrtisipatif, desentralisasi, kesetaraan, kesatuan beragam serta kerja sama.
           

    Untuk mendukung ini, para petani dan pemimpin desa akan melakukan berbagai cara dan langkah. Pertama, membagi informasi pertanian organik kepada semua anggota kelompok. Kedua, membuka pasar hasil organis. Ketiga, membuka laboratorium khusus untuk pertanian oragnisk. Keempat, mewnjadi contoh atau teladan bagi petani lain. Kelima, mengembangkan kebun-kebun contoh oprganisk.

    Keenam, melakukan advokasi kebijakan di bidang pertanian, pemasaran, lingkungan, dan konservasi, serta bidang pemberdayaan perempuan dan anak. Ketujuh, membangun mitra dengan stakeholder dari pihak LSM, SKPD, mitra lembaga serta universitas atai perguruan tinggi terkait.

    Kedelapan, menjadi fasilitator dan pelopor pertanian berkelanjutan untuk mengorganisir masyarakat dalam kelompok mandiri. Ksembilan, mengembangkan budidaya pangan lokal yang beranekaragam, membangun lumbung pangan dan lumbung benih agar tercipta kedaulatan pangan.
           

    Bersamaan dengan itu parapetani juga menolak pertanian berbasis kimia, bantuan subsidi yang berbasis kimia dan ri pihak mana pun, pengrusakan lingkungan akibat perambahan hutan, sistem tebas bakar, eksploitasi pertambangan, dan human traficking.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.