• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Agustus 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Takut Digaruk, Pedagang Bongkar Sendiri Pasar Liar Rombengan
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 12 Maret 2017 | 16:32 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Takut
    Puluhan pedagang pakaian bekas alias rombengan atau RB, Minggu (12/3), mengemas kembali dagangannya karena dilarang berjualan di pasar liar dekat pintu masuk TPI Alok

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Puluhan pedagang pakaian bekas rombengan atau yang familiar dengan sebutan RB, Minggu (12/3), terpaksa membongkar sendiri bangunan pasar liar yang didirkan selama ini di sekitar TPI Alok Maumere. Pilihan itu dilakukan dari pada mereka digaruk Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka yang sedang melakukan razia pagi itu.
           

    Disaksikan media ini, puluhan petugas Satpol PP sekitar pukul 07.00 Wita berada di pasar liar RB. Kabid Damkar Satpol PP Yoris da Cunha yang pagi itu memimpin razia melakukan pendekatan kepada sejumlah pedagang RB untuk mengosongkan lokasi tersebut.
           

    Tanpa menunggu perintah lagi, para pedagang pun langsung mengemas semua pakaian bekas yang sudah dipajang. Terdengar beberapa pedagang RB sempat diam-diam mengeluhkan kebijakan razia di tempat itu. Mereka mengeluh karena dari usaha itu mereka hanya mendapatkan sedikit penghasilan untuk menambah pendapatan keluarga.
           

    “Kami ini pedagang kecil saja, penghasilan pun tidak seberapa, yah cukup untuk bantu-bantu beli ikan sayur,” keluh seorang ibu pedagang yang tidak mau menyebutkan namanya.
           

    Lokasi pasar liar rombengan ini adalah sebuah tanah kosong yang berada di dekat pintu masuk TPI Alok. Tanah kosong ini milik seorang pengusaha etnis Tionghoa. Menurut beberapa pedagang RB, mereka sudah mendapatkan izin dari pemilik tanah untuk berdagang di situ. Kemungkinan karena tidak memiliki izin usaha sehingga Satpol PP meminta agar tidak menjadikan tanah kosong itu sebagai pasar liar.
           

    Sebenarnya pemerintah setempat sudah menyediakan tempat bagi pedagang RB di Pasar Alok Maumere. Namun beberapa pedagang beralasan mereka tidak mendapatkan tempat berjualan di Pasar Alok, sehingga mereka berdagang di tanah kosong itu. Apalagi mereka mendapat kemudahan karena tidak membayar biaya sewa tanah. Pemilik tanah hanya meminta agar tidak dibuar bangunan permanen.
           

    Setiap hari pedagang RB membuka lapak di pasar liar ini. Aktifitas perdagangan berlangsung singkat saja, dari pukul 06.00 Wita sampai pukul 09.00 Wita. Para pedagang membuka pasar liar di situ, karena pada jam yang sama terjadi aktifitas perdagangan ikan di TPI Alok, termasuk di luar TPI dibuka pasar liar yang menjual sayur-mayur dan kebutuhan dapur.
           

    Merasa tidak adil karena hanya pasar liar RB yang dirazia, pedagang RB pun menuntut agar Satpol PP melarang juga aktifitas pasar liar yang menjual sayur-mayur. Petugas Satpol PP pun melarang pedagang menjual sayur-mayur yang biasanya sampai ke marka jalan dan pelataran pertokoan.

    Sementara itu aktifitas perdagangan ikan di TPI Alok tidak disentuh sama sekali oleh Satpol PP. Padahal fungsi TPI Alok hanyalah sebagai tempat pendaratan ikan, bukan sebagai tempat penjualan ikan. Sejumlah pedagang ikan di Pasar Alok pernah mengancam akan menjual ikan di depan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka jika instansi yang berwenang ini tidak menertibkan penjualan ikan di TPI Alok.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.