• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Nasional
     
    Strategi Kampanye Ahok pada Putaran Kedua Pilkada DKI
    ANA DEA | Selasa, 14 Maret 2017 | 07:37 WIB            #NASIONAL

    Strategi
    Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai melayat di rumah Nenek Hindun, di Jalan Karet Karya, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

     

     
    JAKARTA, FLOBAMORA.NET - Selama sekitar sepekan masa kampanye putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, kegiatan calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama, lebih banyak menghadiri agenda internal. 

    Beberapa kali Ahok bersosialisasi dengan warga tapi dia menyatakan tak ingin memberitahu awak media dan tak menyebar agenda kegiatannya tersebut. 

    Hal itu berbeda dengan agenda kegiatan calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, yang sudah disebar ke awak media, minimal satu hari jelang kampanye. 

    Berdasarkan pantauan, pada pekan pertama kampanye putaran keduaAhok menemani Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri untuk bertemu Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. Kemudian dia nonton bareng film "Jakarta Undercover". 

    Pada hari selanjutnya, dia mengikuti rapat internal bersama partai politik pengusung beserta para relawannya. Hari-hari berikutnya, Ahok juga menemui kader partai politik pengusungnya, seperti DPD Partai Golkar DKI, Hanura, dan Nasdem.

    Ahok sempat blusukan ke Jatinegara Timur. Kegiatannya itu diketahui awak media dari postingan Facebook live di akun Basuki Tjahaja Purnama

    Beberapa waktu lalu, Ahok mengungkapkan alasannya tak ingin membawa banyak "pasukan" ketika blusukan

    "Kan biar enggak terlalu ramai juga kan. Kalau terlalu ramai, saya susah jalannya dan ketemu orang juga susah," kata Ahok, di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (10/3/2017). 

    Saat kampanye putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok kerap menegur ajudan, relawan, dan anggota tim suksesnya jika pengawalan terhadap dirinya ketika blusukan terlalu ketat karena menjadi sulit berkomunikasi dengan warga. 

    Selain agenda dengan partai politik dan menemui warga, Ahok juga berencana menemui pimpinan media massa. 

    Strategi Ahok 

    Sekretaris tim pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan pada pekan pertama masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok memanfaatkan waktunya untuk memberi pembekalan kepada kader partai politik pengusungnya. 

    Menurut Ace, Ahok mengumpulkan kader partai hingga saksi di tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberi motivasi. Pengumpulan kader parpol dan relawan merupakan bagian dari persiapan menghadapi hari pemungutan suara pada 19 April 2017. 

    "Nah dari sekarang tentu Pak Ahok akan melakukan blusukan. Supaya titik-titik yang disepakati bersama dalam blusukan nanti juga sudah dipersiapkan," kata Ace. 

    Kemudian, daerah mana saja yang disasar oleh Ahok? Menjawab hal itu, Ace meyakini, pemilih Ahok-Djarot pada putaran pertama memiliki kemantapan untuk kembali memilih petahana pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. 

    Sehingga relawan serta Ahok-Djarot akan mengintensifkan menggaet suara di wilayah yang menjadi kantong suara Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada putaran pertama. 

    "Jadi memang konsentrasi kami adalah mencari dukungan dari para pendukung di luar Ahok, maksudnya dari pendukung Agus-Sylvi," kata Ace. 

    (baca: Ahok Sebar Nomor Telepon Ini untuk Warga Laporkan Permasalahannya)

    Dia menargetkan 10 persen pemilih Agus-Sylvi dapat mendukung Ahok-Djarot pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. 

    Adapun untuk mendekati warga yang tak menggunakan hak pilihnya pada putaran pertama atau golput, Ace mengimbau warga untuk aktif mendaftarkan diri agar masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). 

    Sebab, kata dia, banyak pendukung Ahok-Djarot yang tak bisa memilih pada putaran pertama. Karena alasan kehabisan kertas suara, tak terdaftar sebagai DPT, tak memiliki formulir C6, dan lain-lain. 

    Selain itu, ada cara lain tim Ahok-Djarot mendekati pemilih dari kelas menengah ke bawah. 

    "Misalnya kami konsentrasi untuk melakukan pengajian-pengajian di berbagai tempat, seperti kemarin kami bikin 'Kalibata Bershalawat' dan 'Matraman Bershalawat'. Konteksnya adalah untuk meraih dukungan dari kelompok masyarakat menengah ke bawah," kata Ace. 

    Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok-Djarot bersaing dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

     


    Sumber: http://megapolitan.kompas.com
    URL SUMBER
      TAG:
    • ahok
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.