• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 16 Juli 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kades Kolisia Dapat Teguran Tertulis Saja
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 15 Maret 2017 | 10:53 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kades
    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Sikka Robertus Ray

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Desakan masyarakat agar Kepala Desa Kolisia Kecamatan Magepanda dipecat rupanya tidak akan diwujudkan Bupati Sikka. Kepala desa yang diduga terlibat kasus perselingkuhan ini, kemungkinan besar hanya diberikan teguran tertulis saja.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemerintahan Desa Robertus Ray yang ditemui di Gedung DPRD Sikka, Selasa (14/3), mengatakan pihaknya sedang membuatkan draft surat keputusan kepada bupati untuk memberikan teguran tertulis kepada Emanuel Budu, Kades Kolisia.

    “Kalau (Kades) Kolisia, sudah dilakukan kajian secara hukum, dan sekarang kami buatkan draf surat keputusan kepada Bupati untuk  memberikan teguran tertulis,” jelas mantan Kepala Kantor Pemdes Sikka ini.
           

    Dia menjelaskan bahwa kajian secara hukum dilakukan oleh Bagian Hukum. Pihak mana saja yang dilibatkan dalam proses kajian tersebut, dia meminta untuk mengecek langsung ke Bagian Hukum.
           

    Kajian hukum yang dilakukan, jelas dia, terhadap berita acara pemeriksaan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka, temasuk juga surat rekomendasi dari BPD Kolisia. Hanya saja, tambahnya, apa yang dilakukan oleh BPD Kolisia tidak termuat dalam aturan.
           

    “Apa yang dibuat oleh BPD (Kolisia) mestinya harus mengacu kepada ketentan. Dan yang mereka buat itu di luar ketentuan, tidak diatur dalam Perda untuk rapat istimewa, apalagi mereka tidak punya tata tertib,” papar Robertus Ray.
           

    Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, Senin (6/3), Forum Peduli Kebenaran Masyarakat Desa Kolisia mendesak pemerintah segera memecat Emanuel Budu karena diduga melakukan perselingkuhan dengan istri orang.
           

    Yoseph Ansar Rera mengatakan tidak ada dasar hukum untuk memberhentikan seorang kepala desa karena masalah amoral. Karena terus mendapat desakan masyarakat, akhirnya dia meminta BPD Kolisia secara internal melakukan pertemuan untuk membahas persoalan ini. Hasil pertemuan tersebut segera disampaikan kepada Bupati Sikka untuk diambil sikap yang tegas.

    Diberhentikan Sementara
           

    Sementara itu menyangkut Kepala Desa Runut Kecamatan Waigete Petrus Kanisius, Robert Ray mengatakan bahwa kepala desa tersebut sudah dalam penahanan kepolisian. Dia endiri sudah mendapatkan surat penahanan dari Polres Sikka.

    “Karena sudah ditahan, maka kami buatkan surat pemberhentian sementara bagi yang bersangkutan.  Untuk ancaman hukuman minimal 2 tahun sangsunya diberhentikan sementara,” Jelas dia.

    Meski kepala desa sudah ditahan, lanjutnya, selama ini aktitiftas kantor desa tetap dijalankan untuk melaksanakan adminsitrasi, pelayanan kepada masyarakat, serta program kerja di desa. Seluruh aktifitas tersebut sementara ini dikendalikan oleh Sekretaris Desa sampai dengan ditunjuk seorang pejabat sementara.

    Kewenangan menunjuk pejabat sementara, katanya ada pada Camat Waigete. Sampai sekarang belum diketahui siapa pejabat yang ditunjuk penjadi Pejabat Sementara Desa Runut.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.