• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 29 Maret 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bawaslu dan Pemerintah Hitung Ulang Biaya Pengawasan Pilkada
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 15 Maret 2017 | 13:25 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bawaslu
    Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Badan Pengawasan Pemilu (bawslu) Provinsi NTT bersama pemerintah akan menghitung ulang anggaran pengeawasan pelaksanaan Pilkada tahun 2018 mendatang, karena dinllai terlalu besar dibandingkan Pilkada sebelumnya.

     

    “ Biaya yang diajukan Bawasliu  sebesar Rp 214 miliar belum dimasukkan dengan sharing dana bersama 10 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada tahun 2018 mendatang,” kata Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno kepada wartawan di Kupang, Rabu (15/3).    

     

    Menurutnya, dari hasil pembahasan dengan KPUD, Polda dan TNI, DPRD NTT mendapatkan angka sebesar Rp 574 miliar. KPU NTT mengusulkan Rp 318 dan Bawaslu Rp 214 Miliar.

     

    Ia menjelaskan, .untuk  pengajuan anggaran dari KPU sudah ada sharing dengan 10 kabupaten . Tetapi dari KPU masih ada catatan, jika gubernur mengundang 10 bupati, apabila dana untuk honor KPPS dan PPS ditanggung kabupaten, bisa ada penghematan sebesar Rp 47 Milar.

     

    Untuk Bawaslu, sambungnya, ada catatan karena belum terlalu komprehensif pengajuan anggarannya. Bawaslu memberikan catatan jika ada rapat dengan 10 kabapaten terjadi penghematan Rp 111 Miliar. Ini juga masih sangat besar, lebih dari 700 persen, jika dibandingkan dengan anggran lima tahun lalu.   

     

    “ Dalam rapat beberapa waktu lalu, Polda NTT mengajukan Rp 39 Miliar dan masih dirasionalisasi pada komponen biaya tertentu. Apakah pengurangan personil. Kita ingin Polda betuk-betul,menjamin pengamanan seluruh proses Pilkada. Sedangkan untuk TNi Rp 3,3 Miliar sudah disetujui,” jelasnya.

     

    Kata dia, DPRD NTT akan menemukan jalan keluar terhadap pembiayaan penyelenggaraan Pilkada. Ini pun tidak menganggu dana cadangan secara umum.

     

    “Kita berharap ada pengurangan yang cukup siginifikan, dengan catatan tidak menurunkan kualitas penelenggaraan Pilkada. Patut diakui, anggaran Pilkada kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan Pilkada di NTT,” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.