• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tour de Flores dan Festival Teluk Maumere Tidak Masuk LKPJ Bupati Sikka
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 19 Maret 2017 | 09:31 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tour
    Peserta Tour de Flores Etape 1 memasuki garis finish di Jalan El Tari Maumere, depan Kantor Bupati Sikka

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera baru-baru ini menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir TA 2016. Pelaksanaan Tour de Flores (TdF) dan Festival Teluk Maumere justeru tidak masuk dalam LKPJ.
           

    Kegiatan TdF dilaksanakan pada 16-20 Mei 2016, dan diketahui  mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 1,2 miliar. Demikian pun Festival Teluk Maumere dengan berbagai kegiatan juga menyedot dana yang besar. Alokasi anggaran untuk dua kegiatan anggaran ini masuk pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka.
           

    Dalam Pidato Pengantar LKPJ terkait urusan kebudayaan dan pariwisata, Yoseph Ansar Rera menyebutkan alokasi anggaran sebesar Rp 8.261.672.910 dengan realisasi sebesar Rp 7.707.931.621 atau 93,30 persen. Tidak tampak sedikit pun gambaran tentang dua agenda besar itu.
           

    Di urusan kebudayaan, Ansar Rera menyebut 6 kegiatan yang dilaksanakan. Pertama, sosialisasi pengelolaan kekayaan budaya lokal daerah di 21 kecamatan. Kedua, pengelolaan dan pengembangan sejarah purbakala melalui pengangkatan 9 juru pelihara situs benda cagar budaya dan dialog budaya bersama penggiat budaya di Kabupaten Sikka.
           

    Ketiga, pemberian bantuan peralatan kesenian tradisonal dan pakaian adat untuk snaggar-sanggar binaan. Keempat, fasilitasi kunjungan budaya bagi 200 pelajar di 21 kecamatan untuk meningkatkan pengeahuan tentang peninggalan budaya di Kabupaten Sikka.
           

    Kelima, penyelenggaraan festival budaya daerah, dan mengikuti festival tari anak nasional di Jakarta, festival seni pertunjukan di Kupang, dan festival budaya Florata di Lembata. Keenam, peneyelenggaraan festival seni budaya Sikka dan parade musik daerah di Maumere.
           

    Sementara itu untuk urusan pariwisata, dia menyebut 3 kegiatan yang dilaksanakan. Pertama, pengembangan pemasaran pariwisata melalui kegiatan festival underwater photography.

    Kedua, pengembangan destinasi pariwisata melalui pembangunan gedung tourisme information centre di lokasi Pusat Jajanan dan Cinderamata, pembangunan empat unit lepo, pembangunan pelataran parkir wisata rohani Taman Doa Betlehem, rehab pagar Taman Doa Kristus Raja, dan rehab panggung lokasi PJC. Ketiga, penyusunan rencana detail pengembangan objek dan daya tarik wisata Pantai Teluk Maumere.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.