• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Budidaya Ubi Ungu Sudah Tersebar di Seluruh NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 21 Maret 2017 | 13:39 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Budidaya
    Tokoh Partai Golkar di Kebun Ubi Ungu milik Ibrahim Agustinus Medah

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Budidaya ubi ungu yang dikembangkan Iban Medah Foundation terus dilakukan pembibitan. Hingga saat ini setiap kabupaten/kota di NTT akan mempunyai pusat pembibitan sendiri.

     

    Saat ini total yang dipasarkan, baik di Nusa Tenggara Timur (NTT), maupun ke luar negeri sudah mencapai 1.000 ton. Budidaya ubi ungu sudah tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT.

    Penemu Metode Zet dalam pengembangan ubi ungu, Zet Malelak mengatakan sebanyak 1.000 ton ini merupakan hasil budidaya di beberapa daerah, seperti Kabupaten Kupang, daratan Sumba, Rote, Alor dan TTS. Jumlah itu terus meningkat karena terus dilakukan pembibitan disetiap daerah.


    "Dalam budidaya ubi ungu, untuk areal seluas satu hektare akan menghasilkan 100 ton. Oleh karena itu, budidaya ubi ungu sangat menguntungkan. Apalagi, kondisi NTT yang kering sangat cocok untuk budidaya ubi ungu karena  tidak perlu banyak air. Air dari dapur, kamar mandi punbisa," kata Zet di Kupang, Jumat lalu.


    Zet mengatakan, ia memilih mengembangkan ubi ungu yang sangat potensial. Pasalnya, ubi ungu bisa menggantikan beras, karena jenis umbi-umbian ini bisa diubah menjadi beras dengan menggunakan teknologi. Riset itu dilakukan selama tiga tahun dan hasilnya 100 ton per hektare. "Saya yang menggulirkan ubi ungu untuk Pak Ibrahim Medah itu tiga tahun risetnya. Dan hari ini 100 ton per hektar. Ini kenyataan,  sampai saat ini," katanya.


    Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu soal pasar karena pasar dalam daerah sendiri belum terpenuhi. Pasar luar daerah pun sangat potensial. Bahkan, saat ini sudah ada permintaan dari Singapura dan Korea Selatan.


    Dikatakan, ubi ungu adalah salah satu produk pertanian yang tidak mengeluarkan investasi yang mahal. Dan, saat ini sudah 20-an juta anakan disebar ke seluruh daerah di NTT. Pasalnya, Iban Medah ingin menjadikan NTT sebagai daerah pertanian yang potensial.


    Dalam pengembangan pertanian, ia mencontoh Israel yang memperkuat pertanian, setelah itu orang lain diundang untuk datang melihat program tersebut. Sehingga jadilah wisata anggur di Israel. Sebab, pertanian yang menjadi lokomotif.

     

    "Kalau Pak Iban jadi Gubernur pertanian dikembangkan besar-besaran dan rakyat menjadi sejahtera dan makmur. Teknologi disiapkan, rakyat tinggal kerja," kata Zet yang juga dosen Fakultas Pertanian UKAW Kupang itu.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.