• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Maret 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wadah Pemuda Katolik Mulai Dihidupkan Lagi di NTT
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 24 Maret 2017 | 18:00 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wadah
    Caretaker Pemuda Katolik Komda NTT Ronald da Gomez bersama Sekretaris Komda NTT Rachel Cicilia Tuerah, Ketua dan Sekretaris Panitia Penyelenggra Bendektus Lukas Radja dan Gaudensius Andi Pio sedang memberikan keterangan pers kepada wartawan di Hotel Wailiti, Kamis (23/3

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET– Sudah cukup lama wadah Pemuda Katolik mengalami kevakuman pada seluruh daerah di NTT. Sebagai etalase Katolik di Indonesia, kondisi ini dirasakan miris. Pengurus Pusat Pemuda Katolik merasa perlu untuk menghidupkan lagi wadah yang pernah punya sejarah penting di NTT ini.
           

    Dalam rangka itulah, langkah awal yang dilakukan Komisariat Daerah Pemuda Katolik NTT yakni menggelar Mapenta (Masa Penerimaan Anggota) dan Muskomcab (Musyawarah Komisariat Cabang) secara serentak di dua daerah pada 25-26 Maret 2017. Di Kota Maumere melibatkan tiga daerah yakni Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata, dan juga di Rote Ndao.
           

    Pada konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Hotel Wailiti, Kamis (23/3), Caretaker Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) NTT Arnoldus Yansen da Gomez atau Ronald da Gomez mengatakan Mapenta dan Muskomcab ini sangat penting sebagai momen kebangkitan generasi muda Katolik di NTT.

    “Pengurus Pusat memandang NTT sebagai etalase organisasi Katolik di Indonesia, juga sebagai simbol toleransi dan pluralisme. Apalagi dewasa ini berbagai ancaman disintgrasi bangsa dengan banyak isu SARA yang bergentayangan,” jelas dia yang didampingi Sekretaris Komda NTT Rachel Cicilia Tuerah, Ketua dan Sekretaris Panitia Penyelenggra Bendektus Lukas Radja dan Gaudensius Andi Pio.

    Untuk masa sekarang, kata dia, PP Pemuda Katolik beranggapan tidak bisa lagi generasi muda Katolik berdiri malu-malu di belakang kekuatan mayoritas. Pemuda katolik bersama organisasi-organisaai Katolik lainnya perlu membangun sebuah kekuatan sehingga bisa dipandang sebagai yang sama di hadapan siapa pun di negara ini.

    Dia mengatakan konsolidasi Pemuda Katolik di NTT inu juga untuk menyambut Kongres Pemuda Katolik Tahun 2018, di mana NTT ditunjuk sebagai tuan rumah. Sementara ini sudah ada tiga daerah yang menjadi calon tempat penyelenggaraan yakni Kota Kupang, Maumere, dan Labuan Bajo. Khusus untuk Maumere, jika ingin menjadi tuan rumah maka harus sukses menyelenggarakan Mapenta dan Muskomcab.

    Benediktus Lukas Radja menjelaskan kegiatan Pemuda Katolik berlangsung selama dua hari bertempat di Hotel Wailiti. Untuk hari pertama dengan agenda internal yakni penerimaan anggota serta beberapa materi yang akan disampaikan oleh sejumlah narasumber. Selanjutnya pada hari kedua digelar Muskomcab untuk memilih kepengurusan Komcat Pemuda Katolik di tiga daerah.

    Dua kegiatan ini mengangkat tema besar yakni Membangun Idealisme Idealisme Pemuda Katolik sebagai Pilar Penyanggah Jati Diri Bangsa dan Gereja.

    Sebelum menggelar Mapenta dan Muskomcab, Panitia Penyelenggara sudah bersilaturhami dengan berbagai pejabat gereja di Kabupaten Sikka, termasuk dengan Uskup Maumere Mgr. Kherubim Parera.***

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.