• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 06 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ribuan Peziarah Semana Santa Tiba di Larantuka
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 13 April 2017 | 08:32 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ribuan
    Puluhan armada kapal masyarakat melakukan prosesi laut mengarak Arca Kanak-Kanak Yesus melalui laut

     

     

    LARANTUKA,FLOBAMORA.NET– Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur dalam beberapa hari ini menjadi ramai. Ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia telah tiba untuk mengikuti prosesi Semana Santa yang puncaknya terjadi pada Jumat Agung (14/4).
           

    Penjabat Bupati Flotim Emanuel Kara yang ditemui di Rujab Bupati Flotim, Rabu (12/4) malam, menyebutkan sampai dengan Minggu (10/4) kurang lebih sudah 1.000 peziarah yang tiba di Larantuka. Biasanya, puncak kedatangan peziarah pada satu hari menjelang Jumat Agung, atau dalam tradisi Gereja Katolik disebut dengan Kamis Putih.
           

    Para peziarah, kata dia, ada yang terekam secara resmi karena melaporkan kedatangan baik melalui jalur otoritas gereja, unsur kerajaan, maupun melalui pemerintah. Selain itu banyak juga peziarah yang tidak terekam karena tanpa memberi informasi. Peziarah yang tidak terekam biasanya lebih banyak.
           

    “Data tahun lalu yang terekam secara resmi kurang lebih 2.400 peziarah. Tetapi sesungguhnya kalau mau jujur jumlah peziarah bisa lebih dari itu, karena banyak juga yang tidak terekam,” jelas dia.
           

    Dia mengatakan pemerintah dan gereja sangat menyadari bahwa fasilitas akomodasi di Larantuka tidak cukup menampung kehadiran ribuan peziarah. Untuk menyikapi itu, pemerintah dan gereja telah mengambil langkah-langkah antisipatif.

    Pemerintah sudah mengimbau agar hotel-hotel dan penginapan milik masyarakat difungsikan semaksimal mungkin. Dia menekankan kepada pemilik hotel dan penginapan agar tidak menaikkan harga sesuka hati. Emanuel Kara tidak segan-segan mencabut izin hotel yang memanfaatkan momentum Semana Santa ini untuk menaikkan tarif.

    Sementara itu otoritas gereja telah mengimbau kepada umat agar menyiapkan rumah-rumah bagi peziarah yang tidak mendapatkan hotel atau penginapan. Otoritas gereja juga sudah meminta biara-biara dan asrama agar bisa dijadikan tempat menginap bagi peziarah.

    Emanuel Kara mengatakan prosesi Semana Santa adalah aset Flotim yang sudah mendunia. Seluruh proses Semana Santa ini menjadi kewenangan gereja dan pihak kerajaan. Pemerintah Flotim mengambil peran dengan memback-up hal-hal lain di luar itu.

    Dia berharap agar aset Semana Santa yang sudah berabad-abad usianya itu, terus terjaga dan terpelihara secara baik. Untuk itu dia mengingatkan seluruh masyarakat Flotim agar menjadi tuan rumah yang baik. Dengan demikian, katanya, sekembalinya ribuan peziarah ke daerah asal masing-masing, mereka akan membawa sesuatu yang baik dan bermanfaat, baik cerita tentang Semana santa itu sendiri, maupun cerita tentang Flotim dengan segala keramahtamahannya.

    Dia menambahkan hadirnya ribuan peziarah secara tidak langsung akan menambahkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain akomodasi, konsumsi, dan jasa transportasi, dia mendorong masyarakat untuk menciptakan peluang ekonomi kreatif, misalnya dengan menjajajakn cinderamata dan kuliner khas Flotim.

    Semana Santa dalam tradisinya dimulai pada Rabu Abu, di mana digelar doa sepanjang Masa Prapaskah. Setiap Jumat dan Sabtu hingga Pekan Suci, umat berdoa bersama, yang mereka sebut sebagai mengaji semana di Kapela Tuan Ma.

    Saat memasuki Pekan Suci, kegiatan khusus dimulai, yakni pada hari rabu yang disebut Rabu Trewa untuk mengenang Yesus kala dikianati Yudas Ikariot dan dibelenggu tentara Romawi. Saat itu umat membunyikan berbagai peralatan, seperti memukul kaleng-kaleng bekas untuk menggambarkan kegaduhan saat Yesus diarak.

    Puncaknya terjadi pada Jumat Agung, di mana terjadi prosesi laut pada siang harinya, di mana mengarak Arca Kanak-Kanak Yesus melalui laut dengan iring-iringan kapal. Ini menjadi peristiwa unik dari tradisi yang sudah bertahan 500 tahun lebih. Dan pada malam harinya, umat melaksanakan prosesi berarak keliling kota sambil membawa lilin bernyala, berdoa dan menyanyikan lagu-lagu, dengan serangkaian tradisi yang unik dan menarik.***


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.